Wonosobo Hebat

Panen Jagung di Wonosobo Capai 7,6 Ton, Bupati Afif Apresiasi Bulog Serap Hasil Petani

TRIBUN JATENG/PEMKAB WONOSOBO
PANEN RAYA - Panen jagung di Dusun Candirejo, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (16/5/2026), menghasilkan sekira 7,6 ton jagung dari lahan seluas 5.000 meter persegi. Hasil panen petani langsung diserap Bulog sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo mencatat hasil panen jagung mencapai sekira 7,6 ton dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Mojotengah. 

Hasil panen dari lahan seluas sekira 5.000 meter persegi itu langsung disalurkan ke Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga serapan hasil pertanian masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani. 

Selain panen raya, kegiatan juga terhubung secara virtual dengan agenda Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta Launching Operasional 166 SPPG Polri Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Baca juga: Pemkab Wonosobo Siapkan 85 Kambing dan 7 Sapi Kurban untuk Iduladha 2026

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, keberhasilan panen tidak lepas dari dukungan lintas sektor terhadap produktivitas petani.

“Petani itu paling senang saat bisa menanam dan bisa panen. Karena kadang bisa menanam belum tentu bisa panen."

"Kali ini berkat kolaborasi Polri, khususnya Polres Wonosobo, pemerintah daerah, dan tentunya para petani."

"Alhamdulillah, jagung yang dipanen hasilnya besar-besar,” ungkap Bupati Afif, Minggu (17/5/2026).

Dia menambahkan, hasil panen jagung langsung diangkut ke Bulog untuk mendukung penyerapan hasil pertanian lokal.

“Jagung yang sudah dipanen langsung diangkut ke Bulog. Kami ucapkan terima kasih kepada Bulog yang sudah membeli hasil tani masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Afif, dukungan Polri dalam program ketahanan pangan memberi dampak terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Wonosobo.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Polri yang hadir untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan para petani, sehingga petani bisa eksis, maju, dan berkembang." 

"Tentunya hasil panen ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Wonosobo Rampung Tepat Waktu dan Kualitas Terjaga

Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan menyebut, panen raya menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Melalui panen raya ini diharapkan mampu meningkatkan semangat para petani serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah dan Polres Wonosobo juga menyalurkan bantuan benih jagung dan pupuk kepada kelompok tani setempat. 

Pemkab Wonosobo berharap kerja sama antarinstansi dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian secara berkelanjutan. (*)