Wonosobo Hebat

Pemkab Wonosobo Perkuat Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Bank Sampah dan Aksi Bersih Bersama

TRIBUN JATENG/Ist. Diskominfo Wonosobo
AKSI KELOLA SAMPAH - Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mencanangkan Gerakan Bank Sampah dan Aksi Bersih Bersama di halaman Gedung Sasana Adipura, Jumat (5/6/2026). Program ini diharapkan mampu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Gerakan Bank Sampah dan Aksi Bersih Bersama. 

Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Sekaligus juga langkah menghadapi peningkatan volume sampah yang terus terjadi seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca juga: Pura-pura Minta Tolong, Pria 57 Tahun Begal Payudara Pelajar Wonosobo, Begini Kronologinya

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Menurutnya, pola pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan lingkungan saat ini.

“Kehadiran kita hari ini merupakan momentum penting untuk merombak cara pandang terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif agar lebih peduli pada keberlanjutan bumi Wonosobo. 

Persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Ia menambahkan, target nasional menuju Indonesia Bebas Sampah 2029 dengan capaian 100 persen sampah terkelola membutuhkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah. 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus mendorong penguatan pengelolaan sampah melalui penyediaan fasilitas pendukung, peningkatan edukasi lingkungan sejak dini, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperluas gerakan kebersihan dan pengembangan bank sampah.

Menurut One Andang Wardoyo, keberhasilan pengelolaan sampah tidak akan tercapai tanpa perubahan perilaku masyarakat. 

Melalui Gerakan Bank Sampah dan Aksi Bersih Bersama, masyarakat didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah, serta aktif mengikuti kegiatan kerja bakti dan aksi kebersihan lingkungan.

“Bank sampah merupakan solusi strategis untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. 

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, bank sampah juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah yang tepat,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut gerakan tersebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Wonosobo bersama jajaran kecamatan dan kelurahan melaksanakan aksi bersih-bersih secara serentak. 

Baca juga: Polisi Tangkap Spesialis Pembobol TK di Wonosobo, Sudah Beraksi di 8 Sekolah

Kegiatan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Wonosobo dan sejumlah titik lainnya sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan ruang publik sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Gerakan Bank Sampah dan Aksi Bersih Bersama secara resmi dicanangkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mewakili Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di halaman Gedung Sasana Adipura, Jumat (5/6/2026), dengan melibatkan seluruh OPD se-Kabupaten Wonosobo.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap budaya hidup bersih dan peduli lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga terwujud Wonosobo yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah secara berkelanjutan. (ima)