Wonosobo Hebat

Gemerlap WNFC 2026, Jalanan Wonosobo Dipenuhi Peserta yang Berlenggak-lenggok dengan Kostum Unik

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
WNFC 2026 - Suasana Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026 di Alun-alun Wonosobo, Sabtu (13/6/2026), berlangsung meriah. Warga memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan parade kostum bertema Swarna Mahardhika Wanasaba yang diikuti peserta dari Wonosobo dan berbagai daerah. Tribun Jateng/Imah Masitoh 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Gelaran Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat, Sabtu (13/6/2026) malam.


Mengusung tema Swarna Mahardika Wanasaba, ajang karnaval busana tahunan ini menghadirkan puluhan kostum spektakuler dengan peserta dari berbagai daerah. 


Bertempat di Alun-alun Wonosobo, kegiatan ini menjadi sarana promosi wisata, budaya dan ekonomi kreatif daerah.


Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah Werdiyati Ismangil mengatakan, tema yang diangkat tahun ini merepresentasikan keberagaman potensi yang dimiliki Wonosobo.


"Ya, tema untuk WNFC tahun ini adalah Swarna Mahardhika Wanasaba. Intinya kita memang beraneka ragam potensinya dan untuk berekspresi yang bebas," kata Fatonah.


Menurutnya, tema besar tersebut dibagi ke dalam tiga defile utama yakni Swarna Puspa, Mahardhika Paksi, dan Kidung Wanasaba.


Ketiga defile itu menjadi wadah bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus menampilkan kekayaan budaya dan potensi daerah melalui rancangan kostum yang unik dan artistik.


Tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti WNFC mencapai 82 kostum. Rinciannya, sebanyak 53 kostum berasal dari kategori WNFC utama dan 29 kostum merupakan delegasi dari luar daerah.


Selain itu, sebelumnya juga digelar Wonosobo Kids Fashion Carnival yang diikuti sekitar 30 peserta, mayoritas berasal dari luar Kabupaten Wonosobo.

Baca juga: Ternyata Sudah Direncanakan, Cucu Bunuh Nenek dan Selingkuhannya demi Kuasai Harta


Tidak hanya peserta anak-anak, peserta WNFC dewasa juga berasal dari berbagai kota seperti Surakarta, Kota Semarang, Magelang, Madiun, Salatiga hingga Jember.


"Alhamdulillah untuk Wonosobo Night Fashion Carnival mendapatkan animo yang cukup baik dari peserta-peserta luar daerah," katanya.


Sementara itu, delegasi yang ikut memeriahkan acara berasal dari tiga karnaval ternama, yakni Semarang Night Carnival, Solo Batik Carnival, dan Grobogan Costume Carnival.


"Kita sifatnya adalah kegiatan yang kolaboratif. Tidak hanya di Wonosobo saja tetapi juga di luar Wonosobo," ujarnya.


Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Jika sebelumnya peserta dewasa dan anak-anak tampil bersamaan pada malam hari, kini penyelenggara memisahkan kedua kategori tersebut.


Keputusan itu diambil karena jumlah peserta anak yang terus meningkat dan membutuhkan ruang tampil tersendiri.


"Dari tahun lalu itu kita campur, pesertanya dewasa dan anak-anak jadi satu. Untuk tahun ini kita pisah karena animo anak-anak itu cukup banyak," kata Fatonah.


Karnaval dimulai dari halaman Sekretariat DPRD Wonosobo kemudian melintasi Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kranggan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini, Jalan Pangeran Diponegoro atau kawasan Pemuda, Jalan Merdeka, menuju venue utama dan berakhir di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo.


Selain menampilkan parade kostum, penyelenggara juga menghadirkan tiga kostum ikon WNFC 2026 hasil karya komunitas perancang busana lokal, Wonosobo Extravaganza Costume Association (WECA).


Ketiga kostum tersebut merupakan hasil pelatihan pembuatan costume carnival yang sebelumnya difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.


Tak hanya menampilkan kostum utama, setiap peserta juga membawa kostum pengiring sehingga total performer yang tampil mencapai lebih dari 120 orang.


Salah seorang peserta, Kalista, mengaku tetap antusias mengikuti WNFC meski sempat diguyur hujan.


Ia tampil mengenakan kostum burung cendrawasih yang terinspirasi dari satwa khas Papua.


"Kostum burung cendrawasih, burung dari Papua," katanya.


Kalista mengaku telah mengikuti WNFC selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kostum yang dikenakannya tahun ini terasa lebih ringan dibanding sebelumnya.


"Setiap tahun ikut. Kesannya seru banget WNFC ini walaupun capek," ujarnya.


Hal serupa dirasakan Rusnawati, salah satu penonton yang mengaku selalu menyempatkan diri menyaksikan WNFC setiap tahun.


"Bagus-bagus kostumnya, ramai, tidak hanya dari Wonosobo tapi juga luar kota," katanya.


Meski hujan sempat turun saat acara berlangsung, hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menyaksikan parade hingga selesai.


"Tadi sempat hujan tapi ngga menyurutkan untuk tetap menonton," ujarnya.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap WNFC dapat masuk dalam jajaran Karisma Event Nasional (KEN) yang dikelola Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.


Fatonah mengakui target tersebut bukan perkara mudah karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.


"Harapan ke depan Wonosobo Night Fashion Carnival bisa masuk Karisma Event Nasional," katanya.


Menurutnya, salah satu syarat utama adalah penyelenggaraan event harus memenuhi standar nasional, mampu mengakomodasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta memiliki keterlibatan aktif pada event serupa di luar daerah.


Selain itu, kesiapan amenitas dan dukungan infrastruktur juga menjadi aspek penting yang akan dinilai oleh tim kurator dari Kementerian Pariwisata.


Meski demikian, optimisme tetap dijaga agar WNFC terus berkembang menjadi event yang lebih berkualitas dan memiliki daya tarik nasional.


"Diharapkan tahun ini dan seterusnya bisa lebih berkualitas, terkait tema dan lain sebagainya bisa lebih menasional lagi," tandasnya. (ima)