Akses Difabel di Pasar Argosari Tak Efektif:
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufik menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas difabel
TRIBUNJATENG.COM, GUNUNGKIDUL-Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufik menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas difabel yang ada di Pasar Argosari, Wonosari, memang masih belum efektif. Dalam hal ini, pembangunan jaman Bupati Yoetikno tersebut, belum responsif difabel. Banyak yang belum memahami fungsi akses tersebut. Meski tujuannya sangat positif.
"Kalau dilihat dari segi pasar, sebenarnya di sisi barat dan utara pasar, sudah cukup terpenuhi. Hanya di depan pasar Argosari tersebut, memang perlu dibuat akses jalan menuju lantai dua secara langsung," jelasnya.
Bisa dengan cara minimalis, dan anggaran yang relatif kecil Pemerintah dapat memperhatikan difabel dengan membuat jalur lain, di depan pasar, di jalan datar atau langsung menuju atas, dengan ukuran 0,5 meter.
Sementara, jalan yang merupakan akses difabel jangan sampai dibongkar, namun digunakan untuk akses jalan menuju lantai dua. Ini bisa menumbuhkan gairah lagi di lantai dua, karena ada akses jalan masuk. Dengan demikian, kios-kios yang tutup dapat segera diisi dan ada kegiatan ekonomi, karena masyarakat dengan mudah masuk ke lantai dua melalui parkiran.
"Kesalahan konsep pembangunan fasilitas yang sudah dimulai sejak tahun 2005, menurut saya tidak ada kesalahan," tambah Ketua Fraksi PKS ini. Namun, karena sudah terlanjur dibangun, meski tidak digunakan, jangan sampai lantas main bongkar. Namun bagaimana caranya agar ada pembenahan penggunaan, sehingga fasilitas tetap tergunakan. Anggaran juga cukup minimalis, mungkin di bawah Rp 100 juta.
Untuk difabel, perlu disediakan. Namun, karena pengunjung pasar, kaum difabel dapat dihitung, maka jangan sampai mengorbankan kepentingan pengunjung lain. Tetap ramah difabel, namun perlu pembenahan fungsi akses saja, agar lebih efektif.