Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Bilqis Tak Sempat Teriak Minta Tolong saat Hadapi Kebrutalan Bledus, Hanya Menangkis hingga Tewas

"Korban hanya menangkis. Korban anak kecil, ketika dipukul pakai sabit bendo sempat menangkis."

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
tribun solo
OLAH TKP ULANG - Polisi kembali mendatangi rumah lokasi penemuan Bilqis Rajiansyah (11), korban dugaan pembunuhan dan perampokan di Dukuh Bromo Asri, RT 23, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Minggu (7/6/2026). Kedatangan aparat kali ini untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang guna mencari petunjuk lebih detail. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Detik-detik pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, terungkap.

Satreskrim Polres Sragen telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Suparman alias Bledus.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno mengatakan, dari keterangan tersangka dan hasil autopsi, korban sempat melakukan perlawanan saat diserang menggunakan sabit bendo oleh pelaku.

Baca juga: Tragis Bocah Bilqis di Sragen, Dibunuh Pakai Sabit yang Ia Ambilkan Sendiri, Ibu Histeris

Namun, karena usia korban yang masih anak-anak dan serangan yang dilakukan secara tiba-tiba, perlawanan tersebut tidak mampu menghentikan aksi pelaku.

"Ketika kita lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, korban itu hanya menangkis. Korban anak kecil, ketika dipukul pakai sabit bendo sempat menangkis," ujar Catur, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, luka yang ditemukan pada kedua tangan korban menjadi salah satu bukti Bilqis berusaha melindungi diri dari serangan yang datang secara mendadak.

Bahkan, akibat upaya menangkis tersebut, jari tengah tangan kiri korban mengalami putus karena terkena sabetan senjata tajam yang digunakan pelaku.

"Makanya tangan korban luka sampai menimbulkan jari tengah tangan kiri putus," jelasnya.

Setelah serangan awal mengenai bagian tangan korban, pelaku diduga terus melakukan kekerasan secara berulang yang mengarah ke bagian wajah korban.

Temuan tersebut selaras dengan hasil autopsi yang sebelumnya dilakukan tim forensik terhadap jenazah korban.

"Kemudian terjadi kekerasan yang mengarah ke wajah korban sampai berkali-kali itu, sesuai dengan hasil autopsi," kata Catur.

Polisi menyebut serangan dilakukan dalam waktu singkat dan sangat brutal.

Berdasarkan pendalaman sementara, korban tidak sempat meminta pertolongan maupun berteriak kepada warga sekitar.

Hal itu diduga karena pelaku langsung melancarkan serangan sesaat setelah korban berada dalam posisi yang tidak siap menghadapi ancaman.

"Tidak sempat teriak minta tolong. Jadi langsung menyerang membabi buta, dan korban meninggal dunia," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved