Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Yogya Perlu Gencarkan Promosi Wisata

Pelaku industri pariwisata Yogyakarta meminta pemerintah daerah mencari pasar baru u

Tayang:
Laporan Reporter Tribun Jogya / Victor Mahrizal

TRIBUNJATENG.COM YOGYA,
  Pelaku industri pariwisata Yogyakarta meminta pemerintah daerah mencari pasar baru untuk menjaring wisatawan mancanegara. Sebab, minimnya promosi membuat potensi wisata Yogyakarta yang begitu melimpah belum tergarap sempurna.

“Promosi pariwisata tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Harus ada mekanisme dan pola yang saling mendukung baik  dari potensi, pangsa pasar,  promosi serta kecenderungan pasar global,” kata pelaku jasa pariwisata Yogyakarta, Hadi Buana, Senin (20/2/2012).

Menurut Hadi saat sekarang merupakan momentum tepat bagi pemerintah provinsi, kabupaten/ kota maupun stakeholder pariwisata untuk saling sinergis membangun kerjasama. Harus guyub dan memberi dampak positif bagi pariwisata DIY ke depan.

" Selama ini memang masih ada kecenderungan mereka masih senang jalan sendiri- sendiri. Sehingga  dalam menjual Jogja ke luar negeri juga belum optimal," ungkap Hadi.

Selama ini menurutnya baik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota belum saling mendukung dalam soal promosi pariwisata. Mereka masih senang jalan sendiri - sendiri. Akibatnya dana anggaran untuk promosi tidak tepat sasaran.

Dirinya mencontohkan Malaysia yang tiap tahun mengalokasikan anggaran prmosi pariwisata tidak kurang Rp 800 milyar. Dibanding anggaran Indonesia , dana Malaysia memang lebih besar. Tapi kelebihan promosi Malaysia tidak pernah setengah-setengah.

"Kalau prmosi ke luar negeri mereka pakai satu bendera," ungkap pemilik Dalem Padma yang kebetulan tamunya banyak  turis asal Malaysia ini.

Hal lain yang perlu dibenahi juga soal akomodasi. Pemerintah  harus lebih peka untuk membuat wisatawan lebih nyaman dan aman selama berlibur.

"Sekarang makin banyak keluhan dari tamu yang menginap, mereka mengaku tidak nyaman jalan-jalan di Malioboro," tambahnya.

Sebenarnya dari sisi potensi pariwisata DIY tidak kalah dengan banyak daerah lain di Indonesia bahkan Malaysia sekali pun. DIY memiliki segalanya mulai wisata pantai, heritage, kerajinan batik, kuliner, dan pesona  wisata lain.
“Potensi yang besar ini harus dioptimalkan  dengan jaringan promosi yang tepat sasaran,” tukasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved