Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Purwodadi Ungsikan Kambing

Sejumlah warga di wilayah desa Purwodadi kecamatan Tepus terpaksa mengungsikan ternak mereka dari

Tayang:
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto


TRIBUNJATENG.COM, GUNUNGKIDUL
- Sejumlah warga di wilayah desa Purwodadi kecamatan Tepus terpaksa mengungsikan ternak mereka dari ladang. Hal itu lantaran serangan anjing liar yang masih membuat warga khawatir. Selain itu pihak perangkat desa juga langsung menginstruksikan untuk menembak anjing yang berkeliaran di malam hari.

Menurut Gombong Sudiyono (54) warga Cepogo, Purwodadi, Tepus, ia terpaksa mengungsikan tujuh ekor kambing miliknya dan dibawanya di dekat rumahnya. “Sejak kematian kambing milik penduduk belakangan ini, saya semakin takut. Soalnya kambing ini merupakan harta yang dimiliki orang desa seperti saya. Kalau mati, sudah tidak bisa dijual dengan layak dan saya rugi,” ungkapnya saat ditemui Tribun Jogja, Rabu (4/7/2012).

Gombong juga mengeluhkan bahwa dengan serangan anjing liar tersebut, setiap malam penduduk merasa tidak tenang. Dijelaskannya, dalam kurun waktu satu bulan sudah ada 30an ekor kambing yang mati karena gigitan anjing liar tersebut. Menurutnya, serangan tersebut juga bertahap dan terjadi di setiap musim kemarau.

“Tahun lalu ada sekitar 70an kambing yang mati. Hingga lima hari lalu, terdapat kurang lebih lima belas anjing yang sudah mati secara mengenaskan,”tambahnya.

Ia menambahkan bahwa dimungkinkan populasi anjing liar tersebut, berasal dari sepanjang perbukitan di utara pantai Butuhan  hingga pantai Siung. Hal itu, berdasar atas informasi yang berkembang di kalangan warga bahwa ada penduduk yang melihat kawanan anjing di sekitar pesisir pantai Siung.

Sementara warga lain, Wagiyo (42) menjelaskan bahwa kambing milik warga secara tradisi dan turun temurun memang dipelihara di tengah ladang. Hal itu dikarenakan penduduk setempat lebih mudah dalam mencari rumput dan cepat memberikan makanan bila kambing dipelihara di ladang. “Ada beberapa kambing saya yang saya ungsikan di rumah. Beberapa masih saya tinggal di ladang, namun saya kasih pagar tinggi sebab anjingnya bisa melompat,” ungkapnya.(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved