Berita Wonosobo
Suhu Dieng Wonosobo Tembus Minus 1 Derajat Celsius, Ini Waktu Terbaik Saksikan Embun Upas
Warga Dieng Wonosobo menyebut jika fenomena embun es telah muncul dalam tiga hari berturut-turut dan berpotensi hingga pekan depan.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Fenomena embun upas di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo mulai muncul. Tak ayal, fenomena tersebut pun menarik perhatian masyarakat, terutama para wisatawan.
Mereka bahkan berburu untuk dapat mendapatkan dokumentasi serta merasakan secara langsung kemunculan embus es di tiap memasuki musim kemarau.
Salah satunya terpotret pada Selasa (9/6/2026) pagi.
Baca juga: Pemkab Wonosobo Terapkan Kontrak Payung Kertas HVS, Hemat Anggaran Rp700 Juta
• Update Ranking FIFA usai Timnas Indonesia Kalahkan Oman dan Mozambik
Suhu udara yang turun drastis hingga mencapai minus 1 derajat Celsius pada pagi itu menyebabkan lapisan kristal es terlihat menutupi hamparan rumput dan tanaman di sejumlah titik.
Kemunculan embun es tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Dieng.
Sejak sebelum matahari terbit, pengunjung tampak memadati lokasi-lokasi yang dikenal sebagai titik kemunculan bun upas untuk menyaksikan fenomena alam yang hanya terjadi pada musim kemarau tersebut.
Warga Dieng, Hasto Priandono mengatakan, fenomena embun es kali ini telah muncul selama tiga hari berturut-turut.
Selama tiga hari, Dieng diselimuti kristal es.
Menurut dia, kemunculan pertama terjadi pada Minggu (7/6/2026) pagi, meski lapisan es yang terbentuk saat itu masih relatif tipis.
Pada hari berikutnya, area yang tertutup embun es semakin luas dan pada Selasa (9/6/2026) pagi ketebalannya terlihat lebih jelas dibanding hari-hari sebelumnya.
Hasto menjelaskan, suhu udara di kawasan Dieng mulai turun drastis sejak malam hari.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, suhu pada Senin (8/6/20260 malam mencapai 0 derajat Celsius dan menjelang pagi sempat menyentuh minus 1 derajat Celsius.
Kondisi dingin ekstrem tersebut menjadi faktor utama terbentuknya kristal-kristal es di permukaan rumput maupun tanaman yang berada di area terbuka.
Hasto menyebut, waktu terbaik untuk menyaksikan bun upas adalah antara pukul 05.00 hingga sekira pukul 06.30.
Setelah matahari mulai meninggi, lapisan es perlahan mencair dan menghilang.
| Cerita Wisatawan Berburu Embun Upas Dieng, Baru Dapat Setelah 4 Kali Datang |
|
|---|
| Embun Upas Selimuti Kompleks Candi Arjuna Dieng, Ini Waktu Terbaik Mengabadikannya |
|
|---|
| Ambulans Desa Sering "Menghilang", Warga Marongsari Wonosobo Ngamuk sampai Pasang Spanduk Protes |
|
|---|
| Pemkab Wonosobo Terapkan Kontrak Payung Kertas HVS, Hemat Anggaran Rp700 Juta |
|
|---|
| Pemkab Wonosobo Perkuat Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Bank Sampah dan Aksi Bersih Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260610-_-Embus-Es-Dieng-Wonosobo.jpg)