Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polsek Gayamsari Ringkus Pengedar Uang Palsu

Jajaran Kepolisian Sektor Gayamsari berhasil membekuk dua pelaku pengedar uang palsu senilai Rp 500 ribu.

Laporan Wartawan Tribun Jogya/ Bakti Buwono Budiastyo

TRIBUNJATENG.COM SEMARANG,- Jajaran Kepolisian Sektor Gayamsari berhasil membekuk dua pelaku pengedar uang palsu senilai Rp 500 ribu. Uang palsu yang digunakan pelaku itu merupakan pecahan Rp 100 ribuan. Mereka tertangkap saat menukarkan uang palsu itu untuk membeli rokok di sekitar kampung Purwosari, Gayamsari, Semarang pada Selasa (31/7/2012) lalu.

"Saat ini kami sedang mengembangan kemungkinan adanya jaringan uang palsu," kata humas Polrestabes Semarang Kompol Willer Napitupulu di Mapolsek Gayamsari, Jumat (3/8/2012).

Kejadian bermula pada Selasa (31/7/2012) lalu. Ketika itu dua tersangka, Yuliansah Adi Wijaya dan Eliya Norma (32), keduanya warga Jalan Pamularsih Buntu Rt 02 Rw 08, Bojongsalaman, Semarang Barat. Sekitar pukul 20.00 keduanya yang memegang uang palsu senilai RP 500 ribu berkeliling daerah Purwosari. Ketika melihat warung kecil, mereka mampir untuk membeli rokok dengan uang Rp 100 ribuan dan mendapatkan uang kembalian.

Percobaan pertama yang berhasil membuat mereka penasaran. Mereka pun memraktikkan modus yang sama ke tiga warung lainnya. Ketika membeli di warung keempat, aksi mereka dicurigai pemilik warung di kampung Panjangan, Kemijen, Semarang Timur. Warga yang sedang berkumpul di sekitar warung langsung mengamankan pelaku saat itu juga dan menghubungi polsek Gayamsari.

Tidak lama kemudian Kanit Reskrim AKP Suharto menggelandang kedua pelaku ke Mapolsek Gayamsari dan  di sana rupanya ada pemilik warung lain yang melapor. Polisi berhasil menyita lima lembar uang palsu Rp 100 ribu dan Rp 250 ribu uang asli.

Seorang pelaku Eliya mengaku mendapat uang itu ketika dirinya menjadi narapidana di lapas kedungpane sekitar maret 2011 lalu. Di sana mereka bertemu dengan Ngatembun warga Ngesrep. Di situlah ia mendapat uang itu lalu saat keluar bersama-sama Yuliansah mereka mengedarkan uang.

"belum sempat dibagi sudah ketangkep duluan," ucapnya.

"kami mengimbau masyarakat untuk hati-hati karena bisa saja momen lebaran digunakan untuk mengedarkan uang palsu," tambah WIller.

Sebelumnya Kepala Perwakilan BI WIlayah V Jateng Joni Swastanto mengatakan masyarakat harus lebih waspada untuk yang bermaksud menukarkan uang. Lebih baik calon penukar langsung datang ke bank indonesia atau ke bank terdekat untuk mencegah peredaran uang palsu. Serta masyarakat harus waspada ketika menukar uang di pinggir jalan. (bbb)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved