• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jateng

Mantan Lurah Dlingo Ditahan Kejari

Rabu, 3 Oktober 2012 07:49 WIB
Mantan Lurah Dlingo Ditahan Kejari


Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  – Satu lagi mantan lurah di Kabupaten Bantul mengisi daftar panjang pejabat pemerintah desa yang terseret kasus korupsi bantuan dana rekonstruksi (Dakon) gempa tahun 2006 silam.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul menetapkan status tersangka sekaligus menahan mantan lurah Desa Dlingo, Juni Junaedi (39), Selasa (2/10/2012).

Kasi Intel Kejari, Putro Haryanto mengatakan proses pemeriksaan hingga penetapan tersangka membutuhkan waktu bertahun-tahun. Sebab, pengusutan dugaan kasus korupsi bantuan Dakon bukanlah hal mudah.

"Sudah lama laporannya, sekitar dua tahun yang lalu sebelum saya dinas di sini," ujarnya.

Setelah penetapan tersangka sekaligus penahanan tersebut, Juni kini dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Pajangan.

"Ya secepatnya akan kita limpahkan ke Tipikor," jelas Putro.

Lanjutnya, Kejari telah mengantongi cukup bukti, diantaranya pemotongan bantuan dana yang dilakukan Juni. mantan Lurah Desa Dlingo ini ditengarai telah merugikan keuangan Negara hingga Rp 500 Juta.

Juni akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah menjadi Undang-undang No.20/2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No.31/1999 Juncto pasal 55 ayat 1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terpisah Koordinator Bantul Corruption Watch (BCW), Ramadhan mengatakan, penetapan tersangka sekaligus penahanan mantan Lurah Dlingo ini adalah prestasi bagi Kejari.

"Kami masyarakat Bantul akan memantau terus perkembangan kasus lain seperti Desa Terong," ujarnya ketika dikonfirmasi Tribun, Selasa (2/10/2012).(*)
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9814 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas