FOCUS
Joki dan Urat Malu
Dunia pendidikan kita kembali dikejutkan dengan terbongkarnya aksi perjokian tes masuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula
Penulis: Catur waskito Edy | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNJATENG.COM - Dunia pendidikan kita kembali dikejutkan dengan terbongkarnya aksi perjokian tes masuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Selasa (12/7).
Satu terduga pelaku perjokian, Setu Abdul Hadi (24) pun harus berurusan dengan polisi.
Pria asal Tegal itu mengaku baru kali pertama terlibat praktik perjokian.
Dia tergiur ajakan rekan seangkatannya di Unnes (Universitas Negeri Semarang).
Baca: Unnes bakal Tindak Tegas Mahasiswanya yang Jadi Joki
Tertarik iming-iming uang tanda terima kasih sebesar Rp 20 juta, dia pun tidak pernah memikirkan akibatnya.
Sebelum beraksi, lima joki itu masing-masing menerima satu kartu ujian dan satu kartu identitas peserta (kartu OSIS).
Setu pun beranjak ke ruang CBT Unissula dengan membawa kartu OSIS dan kartu ujian atas nama Satria.
Karena dia tidak hafal tanggal lahir sesuai identitas yang dibantunya, akhirnya dirinya pun tertangkap.
Atas kasus ini, Kapolsek Genuk, Kompel Heru Eko mengaku akan mengembangkan kasus praktik perjokian itu.
Baca: Setu Tergiur Rp 20 Juta Jadi Joki Ujian
Lalu apa sebenarnya joki itu? Dalam terjemahan bebas joki adalah orang yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menyamar sebagai peserta ujian yang sebenarnya dan menerima imbalan uang.
Lalu apa kebanggaannya bila lolos seleksi dan dimana urat malunya?
Kasus perjokian sebenarnya bukan hal baru.
Maraknya kasus penggunaan jasa joki untuk masuk perguruan tinggi atau apa pun semakin sulit terkontrol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/setu-joki_20170712_151449.jpg)