Presiden Perintahkan Aparat Tembak Mati Pengedar Narkoba, LBH dan Akademisi Mengecam

Presiden Joko Widodo meminta jajaran penegak hukum di Indonesia bertindak tegas dan mengizinkan menembak pengedar narkoba.

Presiden Perintahkan Aparat Tembak Mati Pengedar Narkoba, LBH dan Akademisi Mengecam
tribun jateng/ radlis
Anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menangkap seorang kurir narkotika jenis sabu di Solo. Kurir bernama Fiqih (25) warga Tengerang. Presiden memerintah agar aparat tak segan menembak mati pengedar narkoba yang masuk Indonesia dan melawan aparat. 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Joko Widodo meminta jajaran penegak hukum di Indonesia bertindak tegas dan mengizinkan menembak pengedar narkoba.

Namun, langkah ini, selain melanggar HAM, juga dinilai tidak efektif mengatasi masalah narkoba di Indonesia.

"Sekarang, Polri, BNN (Badan Narkotika Nasional), betul-betul tegas. Dan saya sampaikan, sudahlah tegasin saja. Terutama, pengedar-pengedar narkoba asing, yang masuk kemudian sedikit melawan, sudah langsung ditembak saja," kata Presiden Jokowi disambut tepuk tangan yang hadir.

Jokowi menyampaikan pernyataan ini dalam penutupan musyarawarah kerja nasional Partai Persatuan Pembangunan Jumat (21/7/2017).

Ia kembali menyampaikan masalah peredaran narkoba di Indonesia, yang menurutnya, sudah sampai di titik darurat sehingga dia menyarankan agar kepolisian dan BNN bisa bertindak lebih tegas.

Pernyataan presiden ini dikecam Direktur LBH Masyarakat, Ricky Gunawan, yang kerap menangani kasus hukum pengedar dan pengguna narkoba.

Ricky menilai, langkah pemerintah, seperti yang diinginkan Presiden Jokowi, tak akan mengatasi masalah peredaran narkoba di Indonesia selain juga sebagai "jalan pintas" dalam penanganan kasus hukum pengedar dan pengguna narkoba.

"Masyarakat kan mungkin tidak tahu betapa kompleks peredaran gelap narkotika, ada orang mengalami ketergantungan narkotika ketika dia disuruh maju untuk mengakui agar tidak dibunuh di tempat, itu hanya menekan (peredaran narkotika) makin ke dalam pasar gelapnya. Bagaimana mungkin kita bisa mengatasi itu kalau mereka makin tersembunyi? Jadi mereka akan memodifikasi cara mereka beroperasi dan cara mereka bekerja, mengedarkan, menggunakan narkotika," kata Ricky.

Aksi polwan cantik menggagalkan penyelundupan sabu-sabu.
Aksi polwan cantik menggagalkan penyelundupan sabu-sabu. (kompas.com)

Juru bicara BNN Sulistiandriatmoko mengatakan, pernyataan presiden ini tidak serta-merta menjadi panduan bagi petugas di lapangan karena menurutnya sudah ada aturan hukum yang jelas.

Sulistiandriatmoko membantah, pernyataan presiden ini akan mengubah aksi memerangi narkoba di Indonesia menjadi seperti Filipina dengan metode Presiden Duterte.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help