Presiden Joko Widodo Minta Mahkamah Konstitusi Ikut Jaga Kemajemukan
Jokowi mengatakan dalam sambutannya, Solo sebagai tuan rumah perhelatan tersebut, merupakan satu daerah di Indonesia yang cerminkan kemajemukan
Penulis: akbar hari mukti | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Presiden RI, Joko Widodo membuka Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia (the Association of Asian Constitutional Courts and Equivalent Institutions/AACC) di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Rabu (9/8/2017).
Pada penyelenggaraan simposium yang merupakan kegiatan penutup periode kepemimpinan Mahkamah Konstitusi Indonesia sebagai Presiden AACC periode 2014-2017, sekaligus untuk memperingati HUT MK ke-14 tersebut, hadir peserta dari 13 negara anggota AACC, serta lebih dari 190 peserta dalam negeri yang terdiri dari Anggota Komisi III DPR, Pejabat Kementerian dan Lembaga, praktisi hukum, dan akademisi sejumlah Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Jokowi mengatakan dalam sambutannya, Solo sebagai tuan rumah perhelatan tersebut, merupakan satu daerah di Indonesia yang cerminkan kemajemukan.
Ia pun mengakui, semenjak menjadi Walikota Solo, dirinya selalu fokus penuh untuk tegakkan hak konstitusional masyarakat Solo yang majemuk.
Baca: KISAH Taubat Deni Setia, Terpidana Mati Kasus Narkoba, Lolos dari Maut hingga Ingin Bebas
Baca: WOW, Butiran Emas Bisa Digunakan Untuk Mengobati Kanker
"Jadi perbedaan bukanlah menjadi penghalang untuk bersatu. Kita telah disatukan oleh bingkai konstitusi UUD 1945, dan negara ini punya sejarah baik dalam mengelola keberagaman," ucapnya.
Ia pun mengatakan, Indonesia harus terus memegang teguh konstitusi untuk pemenuhan hak-hak warga negaranya.
"Dengan pemenuhan itu, berarti membuktikan bahwa setiap warga negara memiliki kesetaraan dalam berkehidupan," jelasnya.
Lebih lanjut Presiden menyinggung tentang aksi-aksi intoleran yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia.
Ia menilai, MK perlu memiliki kekuatan untuk bisa berperan nyata memperkuat negara.
Baca: Tunggangi Mobil Jip Terbuka, Bupati Enthus Arak Piala Adipura Keliling Kota
"Ini tugas kita bersama. MK perlu memiliki peran yang semakin penting sesuai zaman. Semoga hasil simposium bisa kuatkan kualitas MK dan praktek demokrasi kita bersama," katanya.
Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng yang ikut membuka simposium tersebut berharap, lewat acara ini, para hakim MK bisa menjaga ideologi negara Indonesia.
"Selain itu, lewat kegiatan ini, antar negara yang berbeda bisa diskusi, dan merumuskan dan menghormati ideologi masing masing. Ini bisa menbuat antar negara lebih baik," jelasnya. (*)