Profesor Ini Minta Forum Kerukunan Umat Beragama Dibentuk hingga Desa
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, meminta pada Pemerintah Provinsi Jateng membentuk FKU hingga tingkat desa
Penulis: m nur huda | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, meminta pada Pemerintah Provinsi Jateng untuk memfasilitasi pembentukan FKUB sampai di tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan.
Agar ketika ada gejolak terkait kepercayaan, bisa diantisipasi dengan cepat.
Menurut Ketua FKUB Jateng, Prof Mudjahirin Tohir, adanya rencana aksi bela Rohingya oleh sejumlah ormas di Candi Borobudur yang merupakan tempat ibadah umat Budha, dapat dijadikan momentum pembenahan.
Meski aksi itu dibatalkan dan dialihkan ke tempat lain dengan kegiatan doa bersama.
Baca: Petugas KPK Selesai Geledah Kantor Syahbandar Tanjung Emas, Inilah yang Mereka Bawa
Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) Jawa Tengah, Pemprov Jateng, di ruang rapat komplek Gubernur Jateng, Rabu (6/9/2017).
"Kami menyarankan pada pemprov untuk mengambil momentum ini memperketat hubungan antarumat agama dengan cara di kecamatan-kecamatan yang warganya berbeda-beda agama dibentuk paguyuban-paguyuban," katanya.
Paguyuban tersebut, lanjutnya, anggota dan pengurusnya diisi oleh tokoh-tokoh lintas agama.
Sehingga ketika ada gejolak sosial, maka tokoh agama tersebut bisa saling bersilaturahmi.
Sementara pemerintah, bisa memfasilitasi sarana dan prasarananya.
Baca: Presiden Teken Perpres Pendidikan Berkarakter, Kewajiban Sekolah Lima Hari Dihapus
"Sekarang ini FKUB baru ada di ditingkat kabupaten/kota, tapi kecamatan dan desa sampai kelurahan kan belum ada," katanya.
Ia menambahkan, bahwa konstruksi kedewasaan seseorang dalam beragama itu ketika sudah bisa menghormati penganut agama yang lain. Maka kedewasaan ini harus diusahakan terus menerus.
Baca: Nursholeh Minta Maaf dan Memastikan Layanan Publik Kota Tegal Tidak Terganggu
Seperti diberitakan, kegiatan aksi bela Rohingnya oleh sejumlah ormas yang akan mengepung kawasan Candi Borobudur, dipastikan batal digelar. Melainkan diganti dengan doa bersama di Masjid An-Nur, Sawitan, Kabupaten Magelang atau sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/demonstran-memprotes-rezim-militer-myanmar-atas-rohingya_20170903_085014.jpg)