BTN Klaim Kuasai 96 Persen Pasar KPR Subsidi
Lewat capaian tersebut, per September 2017, Bank BTN menguasai 96,69 persen pangsa pasar KPR subsidi.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Bank Tabungan Negara (BTN) terus mencetak pertumbuhan kredit dan pembiayaan hingga kuartal III 2017. Dari data, pertumbuhan tersebut di atas rata-rata industri perbankan nasional.
Direktur Utama BTN, Maryono memaparkan, pada September 2017, kredit dan pembiayaan Bank BTN naik 19,95 persen yoy atau naik dari Rp 153,81 triliun pada kuartal III 2016 menjadi Rp 184,5 triliun.
Dari data bank sentral menunjukkan pinjaman yang disalurkan perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,3 persen yoy per Agustus 2017.
"Kenaikan pinjaman tersebut disokong peningkatan kredit perumahan yang menempati porsi sebesar 90,61 persen dari total pinjaman," kata Maryono, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (26/10/2017).
(Baca: Kuartal III/2017, Laba Bersih BTN Naik 24 Persen)
Ia mengungkapkan, per September 2017, kredit perumahan Bank BTN tercatat naik 19,32 persen yoy menjadi Rp 167,16 triliun. Di segmen ini, Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mencatatkan kenaikan paling tinggi yaitu 30,78 persen yoy menjadi Rp 68,34 triliun pada September 2017.
Lewat capaian tersebut, per September 2017, Bank BTN menguasai 96,69 persen pangsa pasar KPR subsidi. Di samping itu, untuk KPR secara keseluruhan, Bank BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 35,62 persen per Juni 2017.
"Kredit konstruksi dan KPR non-subsidi pun mencetak pertumbuhan positif sebesar masing-masing 17,87 persen yoy dan 12,59 persen yoy," tambahnya.
Sementata itu, kredit non-perumahan juga mencetak kinerja positif. Pada kuartal III 2017, kredit non-perumahan Bank BTN naik 26,44 persen yoy menjadi Rp 17,33 triliun.
(Baca: BTN Biayai Pembangunan Apartemen di Undip dan Tawarkan Ini ke Mahasiswa)
Tumbuhnya kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut, lanjut Maryono, juga turut meningkatkan total aset perseroan. Pada kuartal III 2017, aset Bank BTN naik 17,56 persen yoy menjadi Rp 231,93 triliun atau naik dari Rp 197,29 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pinjaman yang disalurkan Bank BTN juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross Bank BTN pada September 2017 terpantau turun dari 3,6 persen di September 2016 menjadi 3,07 persen.
NPL nett bank bersandi BBTN itu per September 2017 pun tercatat sebesar 2,06 persen atau turun dari 2,4 persen pada bulan yang sama tahun sebelumnya. (*)