Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Luthfi Berharap Peran Koperasi Bebaskan Rakyat dari Rentenir dan Pinjol

Melalui koperasi, Luthfi ingin rakyat mandiri secara ekonomi, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terjerat rentenir dan pinjol.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Vito
IST
BAHAS KOPERASI - Menkop Ferry Juliantono (baju putih) dan Gubernur Ahmad Luthfi (batik cokelat) saat menghadiri acara pengukuhan dan rapat kerja pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Tengah (Dekopinwil Jateng) di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026). Dok Pemprov Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong aktivitas koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di provinsi ini.

Melalui koperasi, Luthfi ingin rakyat mandiri secara ekonomi, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terjerat rentenir dan pinjaman online (pinjol).

"Tidak ada lagi masyarakat Jateng yang terkena rentenir dan pinjol karena koperasi hidup, ini yang menjadi sasaran kami, mengembangkan ekonomi mikro melalui pembentukan koperasi," katanya, saat menghadiri acara pengukuhan dan rapat kerja pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jateng, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (14/4).

Merujuk data Dinas Koperasi dan UKM Jateng, terdapat 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi mencapai Rp 60,13 triliun, dengan volume usaha Rp 43,78 triliun, dan imbal hasil kepada anggota sebesar Rp 1,16 triliun pada 2025. 

Luthfi menyebut, koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat kecil melalui scout market atau pemberdayaan UMKM. 

Ia juga meminta kepada para kepala daerah, baik bupati maupun wali kota untuk mendampingi koperasi di daerahnya masing-masing, terutama untuk pengembangan usaha mikro. Sementara, pengembangan usaha kecil akan ditangani pemprov.

"Koperasi sebagai hub-nya (pusat) untuk melakukan scouting (kepada UMKM-Red)," ujarnya.

Luthfi menuturkan, potensi UMKM di Jateng cukup besar, yakni mencapai 4,2 juta unit, yang diharapkan bisa berkembang bersama koperasi.

Di satu sisi, koperasi kini juga berpotensi lebih berkembang bersama program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di Jateng, penguatan KDMP pun terus digenjot.  

Dari total 8.523 unit, sebanyak 6.271 koperasi telah beroperasi, dengan 1.466 di antaranya memiliki gerai fisik. Secara keseluruhan, sekitar 75,8 persen KDKMP sudah berjalan.

Segera bergerak

Luthfi menyatakan, percepatan pembentukan badan hukum didorong lebih awal agar koperasi desa/kelurahan bisa segera bergerak memperkuat ekonomi desa. 

"KDMP diharapkan berkembang menjadi pusat distribusi logistik, sekaligus lumbung pangan lokal yang menopang ekonomi desa," ucapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan, koperasi di Jateng harus menampung produk UMKM atau brand-brand lokal. "Produk lokal UMKM Jateng kami prioritaskan masuk ke gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ucapnya.

Selain itu, ia menginginkan koperasi di Jateng bisa melebur dengan program KDMP. Apalagi, Jateng menjadi provinsi tercepat pembangunan fisik gedung KDMP. Selain itu, Jateng juga paling cepat soal pembentukan koperasi berbadan hukum. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved