Kabar Pahlawan Devisa
Demi Bekal Hidup Mandiri, TKI di Taiwan Ini Tiap Pekan Naik MRT 1,5 Jam ke Pelatihan Bikin Kue
Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia, dia seminggu sekali berangkat dari Beitou menuju Taipei.
TRIBUNJATENG.COM, TAIPEI - Sebanyak 10 tenaga kerja Indonesia (TKI) terpilih sebagai Peserta Terbaik program pelatihan keterampilan yang digelar Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan, bersama Global Workers Organization (GWO).
Tak hanya mendapat piagam, mereka ini juga menerima tabungan dari BNI sebagai hadiah.
TKI Terbaik ini berasal dalam dua kelompok, yakni kelas baking (pembuatan kue) dan e-commerce (bisnis online).
Dari kelas baking ada Astuti, Evi Dwi Puspitasari, Suparni, Rini Yuniati, dan Atin Sunarti.
Di kelas e-commerce adalah Rike Septiana, Risa, Muhdirin, Nurkhoiriah, dan Mardianto.
Pelatihan ini diikuti total 40 peserta yang merupakan TKI dari berbagai wilayah di Taiwan.

Kegiatannya berlangsung selama 2,5 bulan dalam 10 kali pertemuan.
Pelatihan menghadirkan mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya.
“Banyak manfaat mengikuti kegiatan seperti ini karena menumbuhkan mental berwirausaha. Tidak selamanya mereka akan menjadi TKI,” tutur Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo saat memberi sambutan di Kainan Vocational High School, Taipei, Minggu (19/11/2017), dalam rilis KDEI kepada Tribunjateng.com.
Butuh komunikasi yang intensif agar TKI bisa mengikuti pelatihan di sela-sela kewajibannya bekerja.
Atin Sunarti, satu TKI Terbaik menyampaikan, pihak majikan mendukung penuh keputusannya mengikuti pelatihan membuat kue.
Keluarga majikan ini berharap, Atin sepulangnya ke Indonesia bisa membuka usaha sehingga hidup mandiri.
“Setiap minggu saya berangkat mengikuti pelatihan dengan membawa nenek yang saya jaga menggunakan kursi roda,” tuturnya.
Perjuangan Atin bukan hal yang mudah.
Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia, dia seminggu sekali berangkat dari Beitou menuju Taipei.