Babeh Cabuli 41 Anak, Modusnya Bikin Geleng-geleng

Terbongkarnya kasus pencabulan terhadap 41 anak di Tangerang Banten sangat mengejutkan publik

Babeh Cabuli 41 Anak, Modusnya Bikin Geleng-geleng
dok polisi
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif saat memeriksa Babeh. 

TRIBUNJATENG.COM - Terbongkarnya kasus pencabulan terhadap 41 anak di Tangerang Banten sangat mengejutkan publik.

Menanggapi kasus ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi angkat bicara.

Hukuman Bagi Warga yang tak Lapor

Dilansir Kompas TV pada Minggu (8/1/2018), Kak Seto menganggap masyarakat kurang dilibatkan dalam pencegahan kekerasan pada anak, dan kurang berani melaporkan tindakan yang dinilai berbahaya.

Kak seto juga menyatakan perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat, mengenai ancaman hukuman jika masyarakat tidak mencegah atau melapor kepada pihak berwajib.

"Karena unsur pelibatan masyarakat masih kurang optimal, warga sudah tahu ada tempat dijadikan suatu kegiatan yang tidak layak, tapi kadang-kadang keberanian untuk menegur atau melaporkan ini tidak ada," ucapnya.

Menurut Kak Seto, bagi warga yang mengetahui dan menyaksikan adanya tindak kekerasan terhadap anak, tapi tidak lapor, maka akan mendapat hukuman pidana.

"Dalam undang-undang perlindungan anak dengan tegas menyatakan siapapun yang mengetahui ada kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual, kalau tidak melapor atau tidak berusaha untuk menolong, sanksi pidananya 5 tahun penjara maksimal.

Dilakukan Sejak Bulan April 2017

WS alias Babeh pelaku pencabulan terhadap 41 anak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang mengaku telah memulai perbuatannya sejak April 2017.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help