Zebra Cross di Semarang Dibuat Unik Bermotif, Ini Kata Pengamat Transportasi

Djoko Setijowarno mengatakan, pembuatan zebra cross dengan berbagai desain bisa ditolerir jika marka tersebut tidak dilewati kendaraan.Jika

Zebra Cross di Semarang Dibuat Unik Bermotif, Ini Kata Pengamat Transportasi
KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI
Seorang pejalan kaki menyebrang di zebra cross berdesain ular tangga di Jalan Merdeka, Bandung, Selasa (27/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peneliti pada Laboratorium Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, pembuatan zebra cross dengan berbagai desain bisa ditolerir jika marka tersebut tidak dilewati kendaraan.

Pembuatan zebra cross sebagaimana yang sudah ada, tidak bisa sembarangan. Mulai dari warna dan bentuknya telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan.

"Sehingga pembuatan zebra cross otu harus disesuaikan dengan peraturan yang ada. Yaitu Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur mengenai pembuatan zebra cross," katanya, Kamis (11/1/2018).

Pembuatan zebra cross dengan desain unik, katanya, sudah pernah dilakukan Pemerintah Kota Bandung yang dibuat dengan berbagai variasi. Saat itu muncul pro kontra dengan terobosan tersebut.

"Tapi ketika meminta persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar diperbolehkan, tidak ada jawaban hingga sekarang," tuturnya.

Hanya saja, dengan jika zebra cross dibuat tidak berbentuk garis garis putih sebagaimana yang ada, maka pembuat zebra cross bisa disalahkan manakala terjadi kecelakaan. Karena itu, perlu adanya pemahaman bersama mengenai pentingnya rambu-rambu lalu lintas bagi semua pengguna jalan raya.

"Zebra cross itu kan bukan sekadar fasilitas pejalan kaki menyeberang saja. Tapi itu juga termasuk rambu lalu lintas untuk dipakai pejalan kaki," tuturnya.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help