Gaun Pernikahan Arabian Karya Desainer Semarang ini Begitu Elegan dan Unik
Busana tersebut terinspirasi dari busana negeri Jiran, yang selalu berusaha menampilkan kesederhanaan namun mengutamakan keeleganan.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Chinta Dwi Pramesti, desainer muda Kota Semarang yang baru berkecimpung lima tahun di dunia tata busana, sudah mampu memamerkan sebuah busana pernikahan yang menakjubkan.
Busana tersebut terinspirasi dari busana-busana dari Arab, yang selalu berusaha menampilkan kesederhanaan namun mengutamakan keeleganan.
"Busana ala Arabian ini dibuat dengan model yang sederhana. Namun bahan satin silk dan pilihan warna yang lembut, mampu meberikan kesan elegan," tutur desainer lulusan Komunikasi and Short Course Fashion Designer Esmod Jakarta tersebut.
Baca: SMC RS Telogorejo Ajak Ratusan Penderita Kanker Untuk Hidup Sehat. Begini Caranya
Untuk busana pengantin wanita, Chinta memilih bahan satin silk yang dipadukan dengan tenun troso, serta dipercantik dengan sedikit payet.
Bagi Chinta, payet yang terlalu banyak akan menghilangkan keeleganan busana rancangannya.
"Busana pengantin tidak harus terlihat glamour dengan banyak payet. Bagi saya, yang terpenting dari sebuah busana pengantin adalah ke eleganannya," ungkapnya kepada Tribunjateng.com, saat ditemui di Kafe Pelangi, Jalan Singosari, Pleburan, Semarang, Jawa Tengah. Sabtu (27/1/2018).
Dalam pembuatan busana pengantin wanita tersebut, Chinta terinspirasi dari sosok Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang selalu menutup aurat serta tidak memamerkan lekuk badan.
Hal tersebut berbeda dengan busana pengantin muslimah di Indonesia yang cenderung glamour, memamerkan lekuk badan, terawang, serta menghilangkan sisi elegan seorang muslimah.
Untuk busana pengantian pria, Chinta merancangnya seperti Kurta.
"Kurta adalah pakaian khas Timur Tengah yang terdiri dari bawahan dan jubah. Untuk bahannya, saya memilih katun dan satin silk printing," ungkap wanita kelahiran Jepara 1986 tersebut.
Sepasang busana tersebut disewakan seharga Rp 3 juta - Rp 5 juta per acara, dan untuk harga beli, dibanderol Rp 7 juta per pasang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/busana-arabian_20180127_195727.jpg)