Ngopi Pagi

FOKUS! Cepat Menangani Bencana

Musim hujan di wilayah Jawa Tengah diiringi bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah. Bencana terparah terjadi di Brebes

FOKUS! Cepat Menangani Bencana
Anggota Kelurahan Siaga Bencana (KSB) dibantu unsur TNI melakukan perbaikan sementara tanggul sungai Beringin yang jebol. 

Oleh Erwin Ardian, Wartawan Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM - Musim hujan di wilayah Jawa Tengah diiringi bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah. Bencana terparah terjadi di Brebes. Hujan deras menyebabkan Sungai Pemali meluap dan mengakibatkan dua titik tanggul jebol.

Selain tewasnya dua orang warga, ribuan rumah di tiga kecamatan terendam, akibatnya sekitar 19 ribu warga kini tinggal di pengungsian.

Beberapa saat setelah banjir, warga yang rumahnya terendam sempat mengungsi di tanggul. Selain merendam rumah, banjir juga membuat jalur transportasi Brebes Jatibarang terputus.

Kondisi memprihatinkan juga terjadi saat bencana longsor di Banjarnegara. Pergerakan tanah di wilayah itu membuat warga di Dusun Sawangan mengungsi.

Data BPBD menunjukkan, pengungsi dari Dusun Sawangan mencapai 232 jiwa terdiri dari 81 pria dan 151 perempuan. Selain itu, terdapat sedikitnya 19 balita, 24 anak dan 13 orang lanjut usia (lansia) ikut mengungsi.

Tak tertampungnya warga di tempat pengungsian membuat mereka terpaksa tidur berhimpitan. Lebih miris lagi ketika ada sekitar 11 KK atau 38 jiwa mengungsi di kandang ternak.

Bencana sebenarnya bukanlah hal baru di wilayah Jawa Tengah. Setiap tahun ada saja bencana baik itu banjir, angin puting beliung dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah. Namun sering kali pemerintah seolah tak siap dengan bencana.

Kurang cepatnya penanganan bencana membuat korban semakin menderita. Mereka yang seharusnya mendapatkan layanan untuk meringankan beban justru harus bergelut dengan kesulitannya sendiri.

Kejadian seperti ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk terus mempersiapkan penanganan bencana dengan baik. Tentu saja ini bukan hanya tugas pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

Terutama mereka yang terdekat dengan lokasi bencana harus memiliki kepedulian tinggi untuk membantu para korban agar mendapatkan bantuan selayaknya.

Kekompakan sesama warga untuk saling membantu mereka yang terkena musibah bisa menjadi obat manjur bagi para korban bencana alam mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Selain kehilangan harta benda, bencana alam bisa berakibat pada runtuhnya moral para korban. Tak jarang datangnya bencana menjadi sarana untuk menunjukkan kepedulian antarsesama.

Tentu saja dukungan dari lembaga yang memang sudah disiapkan dan didanai untuk menangani bencana tetap menjadi vital. Semoga kejadian pengungsi tinggal di tanggul sungai dan di kandang tak lagi terjadi di tahun-tahun berikutnya. (*)

Penulis: erwin adrian
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved