Liga 1

Persiapan Menuju Kandang Perseru Serui, Pemain Antisipasi Serangan Malaria

PSIS Semarang terus melakukan persiapan jelang melawat ke kandang Perseru Serui, Minggu (29/4). Selain persiapan teknis, Mahesa Jenar

Persiapan Menuju Kandang Perseru Serui, Pemain Antisipasi Serangan Malaria
lita febriani
lita febriani 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang terus melakukan persiapan jelang melawat ke kandang Perseru Serui, Minggu (29/4). Selain persiapan teknis, Mahesa Jenar juga melakukan persiapan nonteknis.

Persiapan nonteknis yang dimaksud yakni mengantisipasi penyakit malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles. Tim dokter PSIS Semarang sengaja menyiapkan kapsul doksisklin untuk diminum pemain berserta official tim sebelum berangkat ke Serui.

Dokter tim PSIS, Djoko Trihadi menjelaskan kapsul doksisiklin yang diberikan ke pemain dan ofisial tim merupakan pengganti vaksin anti penyakit malaria. "Kalau dulu waktu PSIS ke Wamena tahun 2014 (Divisi Utama) itu masih menggunakan vaksin. Sekarang diganti kapsul. Sebetulnya sama saja," kata Djoko, Rabu (25/4).

Djoko menambahkan malaria merupakan penyakit yang tingkat kejadiannya termasuk tertinggi di dunia. “Orang yang bukan penduduk sana (Papua) rentan terkena penyakit malaria. Makanya harus ada pencegahan," katanya.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan selama di Serui, ia menganjurkan agar Haudi Abdillah dkk banyak mengkonsumsi makanan berprotein tinggi untuk mencegah penyakit ini. Makanan yang dimaksud misalnya telur dan ikan, serta mengurangi karbohidrat.

Pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese menyebut tak masalah jika memasuki daerah yang rawan penyakit malaria. Dia mengatakan sebelum berkarir di Palestina sebagai pelatih, dirinya pernah melatih di Benua Afrika, tepatnya di Liga Ghana selama dua tahun bersama Bechem United.

"Saya pernah melatih di Liga Ghana. Jadi bagi saya tidak masalah. Mungkin untuk beberapa pemain akan berbahaya, tapi kami juga membawa tim medis ke sana," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, fullback kanan PSIS, Gilang Ginarsa menyebut, antibiotik pencegahan penyakit Malaria sangat perlu disiapkan sebelum pertandingan away ke Papua. Dirinya ingin rekan-rekannya selalu mengantisipasi malaria.

“Bahkan ke Jayapura yang kotanya bagus tetap harus antisipasi. Apalagi ke Serui, yang lebih jauh. Kitapun dari Bandara menuju Kota Seruinya itu jaraknya masih jauh harus naik bus," kata Gilang.

Bek senior PSIS tersebut juga meminta rekan-rekannya yang diikutkan dalam partai away ke markas Perseru, bisa menjaga kondisinya dengan baik. Perjalanan jauh menuju Serui, yang berada di Kepulauan Yapen, Papua Barat, membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Bahkan pemain berumur 30 tahun asal Jakarta ini berpesan kepada timnya untuk memperbanyak istirahat sebelum memulai perjalanan dari Semarang ke Serui. Mantan punggawa Arema FC tersebut memiliki pengalaman berlaga di Serui sebanyak dua kali. Pertama saat membela Madura United di turnamen ISC, dan saat membela Sriwijaya FC musim lalu.

"Sampai di sana harus bisa beradaptasi dengan baik, agar bisa jaga kondisi. Karena pasti sampai di sana mungkin temen-temen pusing atau apa, karena perjalannya jauh," kata Gilang.(*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help