Liga 1

Vincenzo Annese Enggan Rotasi Pemain Saat Menghadapi PS Tira, Ini Alasannya

PSIS Semarang bertekat bangkit saat menjamu PS Tira di pekan ke sembilan, Kamis (17/5), di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Vincenzo Annese Enggan Rotasi Pemain Saat Menghadapi PS Tira, Ini Alasannya
Lita Febriani
Vincenzo Alberto Annese 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang bertekat bangkit saat menjamu PS Tira di pekan ke sembilan, Kamis (17/5), di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Bagi PSIS Semarang, kemenangan jadi modal penting untuk bisa kembali menjauh dari zona degradasi.

Hingga pekan kedelapan, PSIS bercokol di posisi 17, dengan raihan delapan poin.

Pelatih PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese menyebut, kemungkinan ia masih akan memasang strategi serta komposisi yang sama di laga-laga sebelumnya saat menghadapi PS Tira.

Menurutnya, yang menjadi problem timnya sejauh ini adalah kurang maksimalnya permainan timnya sehingga kerap melakukan kesalahan, padahal secara kualitas permainan sebenarnya PSIS bisa meraih hasil bagus, terutama di laga terakhir menghadapi Barito Putera.

Disinggung soal rotasi pemain, Vincenzo Annese menyebut  bahwa banyak masukan yang ia terima untuk melakukan rotasi pemain, melalui media sosial instagram.

"Bukan masalah rotasi, saya tak melihat rotasi, banyak yang menyampaikan mengenai ini di instagram. Tapi kalau selama ini permainan kami bagus, untuk apa melakukan rotasi?. Kami tidak butuh rotasi, yang kami butuhkan adalah memperbaiki kesalahan yang lalu, bangkit dari kekalahan untuk mencapai tujuan (menang)," kata Vincenzo.

Jika melihat gol-gol PSIS yang terjadi selama ini, hampir semua gol yang masuk ke jala gawang PSIS terjadi karena skuat PSIS gagal mengantisipasi serangan lawan yang di awali dari sisi sayap.

Gol-gol tim lawan banyak berawal dari umpan silang dan umpan terobosan dari sisi sayap kanan maupun kiri pertahanan Mahesa Jenar.

Vincenzo Annese membela pemainnya dengan mengatakan sisi sayap sejauh ini bukan problem mereka.

Yang menjadi masalah adalah mental bertahan pemainnya. Untuk itu, pelatih asal Italia ini banyak menginstruksikan pemain bek sayap tidak terlalu maju ke area pertahanan lawan, atau melalukan overlap.

"Masalahnya bukan di sisi samping pertahanan, tapi ketika kami menyerang kami tidak segera lakukan pergantian (menutup) di sisi sayap, itu problemnya."

"Bukan tentang sisi samping atau sisi tengah pertahanan, tapi soal mental pemain saya. Waktu melawan Barito, kami punya penguasaan bola yang bagus, kami kontrol permainan cukup lama kemarin," ujarnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved