Merasa Dihantui, Narapidana Kasus Pembunuhan Berencana Tewas Gantung Diri

Tewas gantung diri di sel tahanan, semasa hidupnya Udin (27) pernah membunuh Baen Ranying (50) dengan parang

Merasa Dihantui, Narapidana Kasus Pembunuhan Berencana Tewas Gantung Diri
Net
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM- Seorang narapidana kasus pembunuhan berencana melakukan aksi bunuh diri pada Kamis (18/10/2018) dini hari.

Narapidana tersebut  bernama Muhammad Bahrudin alias Udin (27).  Selama di penjara, ia sering berhalusinasi ketakutan.

Kepada Polres Palangka Raya, pria yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan swasta itu pernah mengaku ada yang ingin membunuhnya.

Dari informasi yang dilaporkan oleh Anggota Piket Fungsi Reskrim Polres Palangka Raya dan diviralkan oleh pengguna Facebook Yuni Rusmini, menyebutkan bahwa aksi bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 02:32 WIB.

Udin mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di sel  Blok AO (sel isolasi) kamar nomor 02 Lembaga Permasyarakatan Negara Kelas 2A Jalan Cilik Riwut KM 2.5 Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya.

"Sekitar pukul 23.00 WIB Korban Dimasukan oleh petugas Ke Ruang Sel AO (Sel Isolasi) karena membuat gaduh dengan berteriak dan berhalusinasi bahwa dia akan dibunuh oleh seseorang. Saat petugas jaga melaksanakan Patroli, petugas menemukan Korban dalam kondisi tergantung dengan Kain Sarung terikat di leher pada teralis pintu sel korban. Petugas Lapas menghubungi SPKT Polres Palangka Raya," tulisnya.

Udin ditemukan tewas tergantung.

Baca: Tanggapi CPNS 2018 sscn.bkn.go.id Lebih dari 3,6 Juta Pelamar, Jokowi Titip Pesan Ini

Baca: Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Prabowo Subianto

Baca: 3 Kali Thalia Onsu Pergoki Ular Kobra Masuk Rumah, Sarwenda Tak Biarkan Putrinya Sendirian

Dari informasi yang dihimpun, korban merupakan narapidana kasus Pembunuhan Berencana (340 KUHP) Kabupaten Gunung Mas Pada Tahun 2017 dengan vonis 20 tahun penjara.

Setelah dilakukan olah TKP di lokasi kejadian, Korban Langsung dievakuasi anggota Kepolisian dan Tim ERP ke Ruang Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Doris Sylvanus untuk menjalani Visum Et Repertum.

Halaman
12
Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved