Black Friday, Ternyata Pria Lebih "Getol" Berburu Diskon

Bila ada anggapan bahwa kaum hawa lebih getol dalam hal berburu diskon, maka hal itu tak berlaku saat gelaran Black Friday di Indonesia

Black Friday, Ternyata Pria Lebih
tribunjateng/desta leili kartika
Ilustrasi diskon 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Black Friday di Amerika Serikat dan Eropa menjadi hari yang paling ditunggu untuk berburu berbagai barang  di superdiskon Black Friday.

Momen belanja ini biasanya hanya berlangsung satu hari setelah perayaan Thanksgiving di mana warga biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga.

Libur nasional Amerika Serikat ini jatuh pada Kamis keempat di bulan November. Jadi tahun ini Black Friday jatuh pada 23 November.

Bagaimana Black Friday di Indonesia?

Bila ada anggapan bahwa kaum hawa lebih getol dalam hal berburu diskon, maka hal itu tak berlaku saat gelaran Black Friday di Indonesia

Berdasarkan survei tahun lalu yang dilakukan Black-friday.sale -platform pengumpul promo Black Friday yang aktif di berbagai negara, pria lebih mendominasi dalam hal memburu diskon.

Tercatat konsumen pria mencapai jumlah 54 persen dan perempuan 46 persen. Para pencari "harga murah" ini sebagian besar adalah mereka yang berusia antara 18-34 tahun, berasal dari kota-kota besar macam Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar.

Nah, untuk barang-barang yang paling diburu adalah elektronik (gadget), busana, dan travel. Bahkan, mereka mulai siaga mencari promo terbaik sejak dini hari—dengan jam tersibuk antara pukul 09:00-10:00 WIB, serta pukul 13:00-14:00 WIB.

Akses terbesar menggunakan smartphone sebanyak 69 persen, dan desktop 31 persen. Lebih mengejutkan lagi, jumlah pembelian dalam gelaran ini —berdasarkan data rata-rata jumlah pembelian di Black Friday 2017, mencapai Rp144.000 per orang.

Jumlah ini disebut lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah pembelian di salah satu hari diskon populer Asia, Singles Day 11.11 lalu.

Rata-rata pembelian per orang di ajang itu mencapai Rp 135.000. Paparan di atas menunjukkan Black Friday juga diminati oleh masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, hal ini mengindikasikan peluang untuk para pemasar agar dapat memanfaatkan momen Black Friday dan menyasar para pemburu diskon. Sayangnya, tahun ini disebut masih seperti tahun sebelumnya--belum terlihat banyak peritel turut berpartisipasi dalam acara tahunan ini.

“Popularitas Black Friday semakin tumbuh di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia." "Kami melihat komunitas pencari deals terus mencari penawaran terbaik. Apabila diperhatikan dan dimanfaatkan momennya sebaik mungkin, Black Friday dapat memberikan keuntungan besar bagi para peritel.”

Hal itu dikatakan Igor Saphiro, Managing Director Asia Pacific and Eastern Europe platform Black-friday.sale dalam keterangannya kepada Kompas Lifestyle.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Black Friday, Ternyata Pria Lebih "Getol" Berburu Diskon "

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved