FAKTA BARU : Kasus Dugaan Pelecehan Seksual KKN di UGM, Ini Penjelasan Rektor UGM

Rektor UGM Panut Mulyono, meminta maaf kepada masyarakat. Panut juga menegaskan akan membentuk tim evaluasi KKN agar kasus serupa tidak lagi terulang

FAKTA BARU : Kasus Dugaan Pelecehan Seksual KKN di UGM, Ini Penjelasan Rektor UGM
KOMPAS.com/ WIJAYA KUSUMA
Rektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna saat jumpa pers. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA  -- Secara resmi, Universitas Gadjah Mada ( UGM) mengakui lambat dalam merespons kasus dugaan pelecehan seksual saat KKN tahun 2017.

Untuk itu, Rektor UGM Panut Mulyono, meminta maaf kepada masyarakat. Panut juga menegaskan akan membentuk tim evaluasi KKN agar kasus serupa tidak lagi terulang di masa depan.

Selain itu, UGM akan membentuk tim penyusun kebijakan dan penanggulanngan pelecehan seksual. Harapannya, program yang dihasilkan tim tersebut dapat melindungi mahasiswa di Kampus Biru dari ancaman segala bentuk pelecehan.

Berikut fakta baru kasus dugaan pelecehan di UGM:

1. UGM akui lamban merespons kasus dugaan pelecehan

 Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, telah terjadi kelambanan dalam merespons peristiwa dugaan pelecehan seksual di KKN pertengahan 2017 lalu.

Karenanya, UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi.

"UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi," ujar dia.

Dugaan pelecehan seksual ini terjadi di sub-unit 2 Nasiri, Kabupaten Seram Barat, Provinsi Maluku, dalam periode KKN Juli-Agustus 2017.

"Berdasarkan temuan tim investigasi internal yang dibentuk, dapat disimpulkan telah terjadi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa KKN kepada mahasiswa KKN yang lain," kata dia, Jumat (07/12/2018).

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved