Ini Alasan Mengapa Masih Banyak Sarjana Menganggur
Masih ada banyak lulusan sarjana yang lama menganggur. Alasannya, karena ada jarak yang terlalu lebar di dunia pendidikan dan di dunia industri.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih ada banyak lulusan sarjana yang lama menganggur. Alasannya, karena ada jarak yang terlalu lebar di dunia pendidikan dan di dunia industri.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Managemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Jawa Tengah, Titi Agustina, di sela deklarasi Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) di Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis Undip, Semarang, Sabtu (26/1/2019).
Tribun Jateng menjadi media partner deklarasi tersebut.
"Mengapa banyak anak yang sudah kuliah masih menganggur? Karena ada gap, apa yang diberikan di pendidikan belum tentu semuanya dipakai di dunia kerja," ujarnya.
Menurut Titi, seharusnya jarak di dunia pendidikan dan di dunia industri perlu dirapatkan, agar tak terlalu lebar.
GNIK sebagai wadah pejuang kompetensi untuk sumber daya manusia menuju pasar global pun ingin membantu pemerintah mengatasi hal itu.
Titi menjelaskan lewat pengakuan kompetisilah jalan terbaik yang bisa membuat sdm negeri ini bersaing dengan dunia.
Untuk mencapai hal tersebut, beberapa hal terus pihaknya lakukan.
"Di antaranya membuat kurikulum pembelajaran yang mengakomodir mahasiswa memahami persaingan dunia kerja, agar mereka bisa ancang ancang mulai dari bangku pendidikan," ujar Titi.
Di Jawa Tengah, ia mengaku sudah duduk bersama di beberapa perguruan tinggi dan smk untuk membuat kurikulum mengenai pengenalan secara dalam apa itu dunia industri.
"Kami sudah duduk bersama beberapa pt dan smk untuk membuat kurikulum terkait hal tersebut. Kita juga diminta jadi pengajar praktisi terkait dunia industri," urai Titi.
Ia melanjutkan, fokus GNIK saat ini adalah tiga hal. Di antaranya merumuskan strategi transmisi industri, kairannya dengan era revolusi industri 4.0.
Lalu kedua adalah Job Future Mapping, artinya memetakan jenis pekerjaan apa yang dibutuhkan setelah adanya transmisi industri.
Dan yang terakhir adalah merumuskan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam jenis pekerjaan yang baru tiu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/deklarasi-gnik-di-gedung-feb-undip-semarang-sabtu-2612019.jpg)