Bawaslu Demak Usir Kades dan Perangkat Desa yang Hadiri Kampanye Caleg PDI Perjuangan

Bawaslu Demak Melakukan Pencegahan dengan cara mengusir Kades dan Perangkat Desa yang ikut kampanye caleg DPR RI dari PDIP, Gilang Dhielafararez

Bawaslu Demak Usir Kades dan Perangkat Desa yang Hadiri Kampanye Caleg PDI Perjuangan
Tribun Jateng/ Alaqsha Gilang Imantara
Wakil Koordinator Pengawasan Bawaslu Demak, Amin Wahyudi saat ditemui Tribun Jateng di kantor Bawaslu Demak, Rabu (6/2/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bawaslu Demak Melakukan Pencegahan dengan cara mengusir Kepala desa dan Perangkat Desa yang ikut dalam acara kampanye tertutup caleg DPR RI dari PDIP, Gilang Dhielafararez di Wisma Halim Karangrejo, Kecamatan Wonossalam, Demak, Senin (4/2/2019).

Hal ini disampaikan Wakil Koordinator Pengawasan Bawaslu Demak, Amin Wahyudi kepada Tribun Jateng saat ditemui di kantor Bawaslu Demak, Rabu (6/2/2019) siang.

Amin bercerita awalnya Bawaslu Demak mendapatkan laporan dari panitia pengawas kecamatan (panwascam) bahwa ada kegiatan kampanye yang dilakukan caleg dapil II DPR RI dari PDIP, Gilang Dhielafararez.

Apalagi yang menjadi MC pada acara kampanye tersebut adalah seorang kepala desa Kunir Kecamatan Dempet, Romli yang juga menjadi MC grup musik dangdut Pantura.

Kemudian, Bawaslu Demak melakukan pencegahan dengan mengusir atau meminta kepala desa dan beberapa perangkat desa yang hadir dalam acara tersebut untuk segera pergi dari acara kampanye.

Bawaslu Demak mengingatkan agar kepala desa dan perangkat desa dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye.

"UU No 7 tahun 2017 pasal 180 ayat 2 bahwa pelaksana dan atau tim kampanye dalam kegiatan kampanye pemilu dilarang mengikutsertakan kepala desa dan perangkat desa," jelasnya.

Disebutkan juga dalam pasal 490 bahwa setiap kepala desa yang dengan sengaja membuat keputusan dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye dipidana dengan pidana penjara paling lama (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Bawaslu Demak berharap agar peserta pemilu dan para calon legislatif sebagai pelaksana kampanye agar menaati aturan-aturan yang sudah di tetapkan.

"Kami tidak segan menindak bagi para pelanggar yang sudah tidak bisa kami cegah," tegasnya.(agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved