BREAKING NEWS : Pemilik Salon Tins yang Hanyut Ditemukan, Korban Longsor Pudakpayung Semarang

Korban bernama Sri Murtini (45), pemilik Tins Salon, warga Perum P4A, Pudakpayung, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia

BREAKING NEWS : Pemilik Salon Tins yang Hanyut Ditemukan, Korban Longsor Pudakpayung Semarang
Tribunjateng.com/Reza Gustav Pradana
Seorang korban yang hanyut akibat tanah longsor di tepi sungai di RT 1 RW 6, Bumirejo, Pudakpayung, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019) kemarin, akhirnya ditemukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang korban yang hanyut akibat tanah longsor di tepi sungai di RT 1 RW 6, Bumirejo, Pudakpayung, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019) kemarin, akhirnya ditemukan.

Korban bernama Sri Murtini (45), pemilik Tins Salon, warga Perum P4A, Pudakpayung, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Tim gabungan menemukan Sri di sungai daerah perbatasan antara Kelurahan Jabungan, Tembalang, Semarang dan Kelurahan Kalikayen, Ungaran Timur, Kab Semarang pada Selasa (12/2/2019) pagi ini, sekitar pukul 9.39 WIB.

“Jenazah sudah ditemukan di wilayah Jabungan dan saat ini dibawa menuju rumah duka,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Agus Harmunanto kepada Tribunjateng.com.

Tim gabungan dari Basarnas Jateng, BPBD Kota dan Kabupaten Semarang, Sarda Jateng, Damkar Kota Semarang, Bankom Polrestabes, PMI dan relawan lainnya telah terjun melakukan pencarian di titik awal tanah longsor atau titik nol usai kejadian, kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB.

Hingga malam hari, pencarian di titik awal tanah longsor dihentikan karena hasilnya nihil.

Kemudian tim gabungan memastikan bahwa korban hanyut di sungai dan melanjutkan pencarian menyusuri sepanjang sungai sejak pukul 7.00 WIB pagi ini.

Seorang anggota dari Sarda Jateng, Agfirian Ilham, mengatakan bahwa korban telah hanyut sepanjang sekitar delapan kilometer dari titik awal tanah longsor.

“Hitungan jarak dari titik nol sekitar delapan kilometer,” ujarnya.

“Saat sebelum terjadi tanah longsor memang turun hujan yang cukup lebat. Arus sungai pun menjadi deras dan menyebabkan tanah longsor sehingga korban yang berada di lokasi juga hanyut,” tambahnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved