Kecelakaan Tubing di Magelang, Polisi Tegaskan Kegiatan Wisata Itu Tak Kantongi Izin

Dari hasil penyelidikan yang dilakukannya, pihaknya mengatakan tidak ada izin dalam kegiatan wisata river tubing di Kali Gono tersebut.

Kecelakaan Tubing di Magelang, Polisi Tegaskan Kegiatan Wisata Itu Tak Kantongi Izin
Antara/Heru Suyitno
Ilustrasi / wisatawan menikmati wisata tubing di Kali Gono yang dikembangkan warga Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis (26/1 - 2019). 

Dari hasil penyelidikan yang dilakukannya, pihaknya mengatakan tidak ada izin dalam kegiatan wisata river tubing di Kali Gono tersebut.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepolisian Resort Magelang memeriksa pihak Little Ubud River Tubing, operator wisata tubing yang memandu wisatawan saat terjadi kecelakaan tubing di Kali Gono, Dusun Tampir Wetan, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Rabu (13/3/2019).

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah orang saksi dari operator, termasuk dari korban terkait kecelakaan wisata tubing yang menewaskan empat orang wisatawan lokal dan luar negeri tersebut.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukannya, pihaknya mengatakan tidak ada izin dalam kegiatan wisata river tubing di Kali Gono tersebut.

"Hasil lidik kita untuk kegiatan tersebut tidak ada izinnya, kita sudah memeriksa beberapa orang saksi dari operator dan dari korban," ujar Yudi, Kamis (14/3) saat ditemui di kantornya di Mapolres Magelang.

Kendati demikian, belum ada penetapan tersangka atas kejadian nahas tersebut. Hal ini karena berkaitan dengan SOP dan pihak keluarga korban yang tidak ingin melanjutkan kasus tersebut

Pihaknya memang masih menunggu pihak dari keluarga karena peristiwa tersebut bersifat force majeur atau bencana, apakah penyelidikan akan dilanjutkan atau tidak.

"Belum ada penetapan tersangka, karena kaitannya dengan SOP dan juga dari keluarga korban tidak ingin melanjutkan kasus ini" kata Yudi.

Yudi mengatakan, pihaknya telah menghubungi Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta dan berkoordinasi terkait korban dari warga negara Malaysia. Pihak keluarga nanti juga akan hadir mengambil jasad dari korban.

"Kami enunggu dari Kedubes, kemarin sudah kita hubungi, dari pihak keluarganya nanti mengambil," katanya.

Yudi juga telah memerintahkan kepada Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) jajarannya untuk menutup sementara operasional dari wisata tubing yang ada di wilayah masing-masing.

"Saat ini kita sudah perintahkan dari Kapolsek, untuk wilayahnya yang terdapat wisata tubing, terutama yang tidak berizin untuk ditutup terlebih dahulu," ujarnya.

Untuk diketahui, empat orang tewas setelah hanyut terbawa banjir saat sedang berwisata tubing di Kali Gono, Dusun Tampir Wetan, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Rabu (13/3) kemarin.(Tribunjogja/rfk)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved