Pengguna Jalan Keluhkan Kondisi Jalan Pantura Pekalongan-Pemalang yang Rusak dan Bergelombang Parah
Sementara di Jalur Lingkar Pemalang, sejumlah pengguna jalan harus berhati-hati karena jalan bergelombang lumayan parah
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sejumlah Pengendara keluhkan kondisi Jalan Pantura Pekalongan-Pemalang.
Pasalnya, terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan dan bergelombang cukup parah.
Di Kota Pekalongan sendiri, kondisi aspal tak rata akan ditemui pengguna jalan yang melintas sepanjang Jalan Sipacar penghubung Kota Dan Kabupaten Pekalongan.
Selain itu, lubang-lubang menganga juga nampak di simpang Ponolawen Kota Pekalongan.
Sementara di Jalur Lingkar Pemalang, sejumlah pengguna jalan harus berhati-hati karena jalan bergelombang lumayan parah.
Kondisi tersebut menjadi momok menakutkan bagi pengguna jalan, karena mengancam keselamatan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Mujianto (35) pengendara sepeda motor asal Kabupaten Pekalongan satu di antaranya, di mana ia takut saat melintas di Jalan Pantura Pekalongan-Pemalang.
"Kalau teledor sedikit pasti terjatuh, karena banyaknya kendaraan besar yang melintas, otomatis saya harus ambil jalur kiri dan sedikit menepi agar tidak terserempet. Walaupun menepi, saya waspada karena jalan tak rata dan aspal bergelombang," jelasnya, saat ditemui Tribunjateng.com di Jalan Pantura perbatasan Pekalongon-Pemalang, Selasa (21/5/2019).
Ia menuturkan, intensitas kendaraan besar meningkatkan jelang Lebaran, namun kondisi jalan tetap tak diperbaiki.
"Saya tidak bisa membayangkan kalau arus mudik nanti seperti apa, kasihan pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor kalau melewati Jalan Pantura. Apalagi yang berboncengan bersama anaknya dan istrinya," ujarnya.
Sementara itu, Haudi (40) pengemudi truk, yang acap kali melintas di Jalan Pantura Pekalongan-Pemalang menjelaskan, buruknya kondisi jalan tersebut sudah berlangsung hampir satu tahun.
"Terparah dari Batang hingga Kota Pekalongan, namun di Pemalang juga banyak saya temui jalan bergelombang oarah. Kondisi semacam ini sudah berlangsung lama," katanya.
Tak hanya pengendara roda dua, Haudi yang mengendarai truk juga harus berhati-hati saat melintas di Jalan Pantura.
"Kalau saya melaju di kecepatan tinggi, saya takut as roda truk patah karena muatan cukup berat dan jalan bergelombang. Semoga saja segera dilakukan perbaikan agar perjalanan pengguna jalan bisa lancar," tambahnya. (*)