UPDATE : Penemuan Mayat Remaja Putri di Tegal, Keluarga Mengira Korban Kerja di Tempat Kakaknya
Identitas mayat perempuan yang ditemukan membusuk di area Perumahan Griya Bahari, Kelurahan Debonglor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Identitas mayat perempuan yang ditemukan membusuk di area Perumahan Griya Bahari, Kelurahan Debonglor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Sabtu (8/6/2019) kemarin, sudah diketahui.
Korban berinisial NMN (16), merupakan warga Kelurahan Kudaile, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
Kanit Reskrim Polsek Tegal Barat Iptu Bambang mengatakan, setelah mayat korban ditemukan, pihak keluarga langsung mendatangi Polsek Tegal Barat.
Dari keterangan keluarga korban, NMN izin meninggalkan rumah pada Selasa (28/5/2019).
"Tepat seperti hasil penyelidikan kepolisian di lapangan.
NMN diperkirakan sudah meninggal sekira 10 hari," kata Iptu Bambang saat ditemui tribunjateng.com di kantornya, Senin (10/6/2019).
• Viral Keluhan Wisatawan soal Penarikan Tiket Masuk Kawasan Dieng: Fungsine Mbayar Ki Nggo Ngapa?
• Warung Bu Anny Kembali Viral setelah Susun Daftar Menu Baru, Harga Tempe Goreng Paling Disorot
• Masjid Al Safar Viral di Dunia dan Dituding Simbol Illuminati, Ridwan Kamil Minta Ada Fatwa MUI
• UPDATE: Pembakaran Mobil Agya Putih di Pekalongan Ternyata Salah Sasaran, Begini Pengakuan Tersangka
Iptu Bambang mengatakan, hasil autopsi sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Menurutnya, dari tim dokter kepolisian maupun timnya masih menggali penyebab kematian korban lebih dalam.
"Mudah-mudahan secepatnya penyebab kematian NMN bisa terungkap," katanya.
Ia bercerita, saat keluarga korban mendatangi Polsek Tegal Barat, NMN disebutkan memang sering keluar rumah.
Keluarga tahunya, korban pergi keluar rumah untuk bekerja di kakaknya.
Menurut Iptu Bambang, tidak ada komunikasi antara keluarga dan korban sejak NMN pergi meninggalkan rumah.
"Itu kendala kami, tidak banyak yang diketahui oleh keluarga korban.
Meski begitu, kami tetap akan selesaikan penyelidikan ini secepatnya," katanya.
Ada pun laporan hasil autopsi Tim Biddokkes Polda Jateng yang dikomandoi AKBP Ratna Relawati, dari tubuh korban sulit dinilai adanya tanda kekerasan tumpul atau tajam.