Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSPS Tantang Persiba Malam Ini

skuad PSPS kembali melakoni laga tandang, menantang Persiba Balikpapan, Sabtu (5/2) malam ini di Stadion Balikpapan.

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo

Laporan : Syafruddin

PEKANBARU, TRIBUN- Setelah sukses memenangkan laga kandang menjamu Persijap Jepara 5-0 akhir bulan lalu, skuad PSPS kembali melakoni laga tandang, menantang Persiba Balikpapan, Sabtu (5/2) malam ini di Stadion Balikpapan.

Asykar Bertuah yakin bisa menuai poin pada tur perdana di Kalimantan musim ini. Kini, mereka siap revans dan membalaskan kekalahan musim lalu 3-1. Tiga atau satu angka akan menjadi hasil paling bermakna sebagai kado manis untuk publik Riau. So, tidak ada kata lain bagi Dzumafo dkk selain berjuang sekuat tenaga di lapangan.

Persiba Balikpapan kini sedang terluka. Tim kebanggaan masyarakat Balikpapan ini baru saja dipermalukan tamunya di hadapan pendukung sendiri, Rabu (2/2) kemarin, saat menghadapi Persija Jakarta, dengan kekalahan 0-1.

Ini lah kekalahan perdana tim Beruang Madu di kandang sendiri dalam lima laga yang sudah dilakoni. Hasil ini tentunya membuat ratusan ribu Persiba Mania kecewa. Runner up ISL musim lalu ini berada di papan bawah, di posisi 12 dar 12 laga yang sudah dilakoni. Tidak hanya itu, sang arsitek Persiba Junaidi memilih mengundurkan diri, karena gagal membawa tim ke puncak prestasi yang diinginkan.

Kondisi ini lah yang bisa menguntungkan PSPS saat menantang Aldo Barreto dkk. Sebab, kondisi psikis terganggu dengan rentetan masalah yang dihadapi. Namun, PSPS harus tetap waspada, jika ingin menuai hasil yang sama, seperti Persija kemarin.

Pelatih Abdurahman Gurning mengaku sudah mengerti dengan permainan tim Beruang Madu ini. Dari pengintaian di laga terakhir, Persiba lebih banyak mengandalkan serangan dari sayap, dengan memaksimalkan gelandang asal Korea, Kim Yong Yee sebagai motor serangan.

Selain itu, duet Aldo Barreto-Sutan Samma bisa menjadi ancaman, jika dibiarkan leluasa menggiring bola ke kotak penalti. Karenanya, pelatih asal Kisaran itu tidak akan berjudi dengan mengubah formasi. Rencana awal menurunkan formasi baru 4-5-1dipastikan batal, mengingat performa tim Persiba kini sedang goyang. Gurning tetap bermain normal dan memakai pakem lamanya, yakni 4-4-2.

"Persiba bisa dikalahkan di kandang. Kita akan coba ikuti gaya permainan Persija yang berhasil menang kemarin. Saya rasa dengan itu bisa," katanya, Jumat (4/2) kepada Tribun. Dengan kembali ke formasi lama, sudah jelas Gurning menurunkan dua striker sekaligus, Dzumafo dan M Isnaini.

Dua pemain ini diharapkan mampu mewujudkan target yang sudah diusung, menang. Untuk memantap serangan, Gurning mengaku tidak akan gegabah dalam memberi instruksi kepada pemainnya dari pinggir lapangan.


Pasalnya, tim rumah dipastikan terus melancar serangan. Agar pertahanan tidak bobol, pemain diminta bertahan di menit-menit awal. Pemain tengah yang dikomandoi Shin Hyu Joon lebih banyak membantu lini bawah.

"Kita baca gerakan permainan mereka di 30 menit pertama. Jika nanti ada celah untuk menyerang, kita instruksikan anak-anak untuk menyerang. Tapi yang jelas, babak pertama, bertahan dulu," tegasnya

Gurning mengaku lini depan tim Beruang Madu yang diisi pemain berkualitas harus mendapat perhatian ekstra. Kemarin, dia sudah mempersiapkan strategi yang dianggapnya bisa meredam kekuatan tim yang bertengger di peringkat 12 klasemen sementara tersebut.

Duet Aldo Barreto-Sutan Samma disebutkan Bang Haji--sapaan akrab Gurning--itu sebagai potensi terbesar yang bisa mengganggu hasrat Asykar Bertuah mencuri poin. Pemain Beruang Madu lainnya, Robertino Pugliara juga menjadi ancaman serius bagi timnya.

Gelandang asal Argentina itu merupakan pemain kunci Persiba selama ini. Supplay bolanya ke depan sangat akurat. Termasuk shootingnya, berbahaya. Pemain ini lah yang paling wajib untuk dimatikan. Untuk mengawal dan mematikan pergerakannya, Fajar Handika mendapat tugas khusus dari sang allenatore. Pergerakan dan aliran bola dari Robertino, harus dihentikan.

"Lini belakang kita akan semakin dituntut bekerja sempurna," harapnya. Kondisi lapangan Stadion Persiba Balikpapan menjadi problem tersendiri bagi pemain PSPS di laga nanti. Selain rumputnya yang tidak rata, kondisi lapangan itu sangat keras. Apalagi jika disiram hujan, genangan air menjadi penghambat aliran bola.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved