Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tiga Mobil Pemadam Rusak

Pemandangan tak lazim terlihat ketika melintasi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Jumat (4/2) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo

Tiga Mobil Pemadam Rusak

PEKANBARU, TRIBUN - Pemandangan tak lazim terlihat ketika melintasi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Jumat (4/2) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Memang, jika melintasi kantor bertingkat dua itu, akan terlihat sejumlah mobil pemadam parkir di lantai dasar kantor itu.

Namun, saat memadang ke arah mobil yang parkir paling ujung, terlihat hal janggal. Bagian kaca depan mobil itu tertempel tulisan pada kertas putih. Tulisan itu pun berbunyi 'RUSAK'.

Saat menghampiri mobil itu, Tribun malah melihat di bagian belakangnya, juga ada sebuah mobil pemadam lainnya yang juga ditempeli tulisan yang sama. Saat itu terlihat ada tujuh mobil pemadam kebakaran berbagai jenis parkir di lantai dasar kantor itu.

Mobil bertuliskan kata rusak parkir paling depan. Mobil ini tampak bermerek Mercedez Benz. Di bagian belakang mobil ini, terparkir mobil pemadam merek Isuzu. Bagian jok depan mobil ini tampak berantakan. Debu tebal tampak jelas di bagian interior dalam mobil itu. Pada bagian belakang, beberapa batang kayu dan bambu sudah menghuni bagian punggung mobil itu.

Tribun mencoba mengkonfirmasikan hal ini. Amiruddin, Komanda Kompi di dinas itu, tak memungkiri bahwa kedua mobil itu dalam keadaan rusak. Bahkan, satu unit di antaranya, yakni yang bermerek Isuzu sudah rusak sejak setahun yang lalu.

"Saya tidak membantah mobil itu rusak, karena saya memang tidak bisa mengada-ada. Kalau benar saya katakan benar, kalau salah saya katakan salah. Kondisi mobil itu saya tahu betul, karena saya sehari-hari memimpin anggota di lapangan," ujar Amiruddin.

Menurut informasi diperoleh Tribun dari sumber yang tidak mau namanya disebutkan, satu unit kendaraan dengan fasilitas tangga hidraulic milik dinas itu juga dalam keadaan rusak. Saat ditanyakan kebenarannya, Amiruddin pun tak menampiknya.

Saat ditanyakan kegunaan mobil tangga hidraulic, Amiruddin menjelaskan bahwa mobil itu biasanya digunakan untuk penyelamatan korban yang berada pada ketinggian. "Mobil seperti ini hanya satu di punya dinas pemadam, gunanya untuk menolong korban di ketinggian, berguna sekali karena di Pekanbaru banyak hotel bertingkat dan bangunan ruko," ujar Amiruddin.

Menurut Amiruddin, kedua mobil itu telah lama rusak. Satu unit mobil pemadam merek Isuzu, sudah 'tidur' selama satu tahun lebih. Ia juga mengatakan, satu unit mobil pemadam kebakaran lainnya, yakni merek Mercedes Benz, sudah rusak sejak sebulan yang lalu.

"Saat ini dari kantor Jalan Cempaka ini hanya empat unit yang bisa digunakan. Mobil dengan tangga hidraulic juga tidak bisa digunakan. Memang mobilnya bisa jalan, tapi tangganya tidak bisa dioperasikan karena hidraulicnya rusak. Mobil dengan tangga itu hanya satu kepunyaan Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru," ujar Amiruddin.

Terkait dengan tidak bisa digunakannya mobil-mobil itu, menurut Amiruddin dirinya sebagai Komandan Kompi sudah melaporkan kepada atasanya. "Kita tetap laporkan kondisi ini, karena yang nanggung resiko kita orang lapangan," katanya.

Sementara itu, Tribun mencoba menkonfirmasikan rusaknya tiga mobil pemadam ini kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru Syafril Nawawi. Namun, saat didatangi ke ruangannya, ia tidak berada di tempat. Nomor telepon miliknya yang pernah dihubungi Tribun tidak dalam keadaan aktif.
Kepala Sub Bagian Penyusunan Program dan Laporan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru Yepri Nelwin saat dikonfirmasi, tidak membantah ketiga mobil itu dalam keadaan rusak. "Mobil rusak itu hal biasa karena dipakai, kalau rusak ya kita perbaiki," ujar Yepri.

Yepri juga menyatakan, rusaknya ketiga unit mobil pemadam kebakaran itu tidak menghalangi tugas pemadam kebakaran. Karena menurutnya, dinas itu memiliki tiga belas mobil operasional. "Tugas tak terganggungu, tak ada masalah, karena mobil kami ada 13," papar Yepri.

Mengenai mobil hidraulic yang rusak itu, Yepri tidak setuju jika dikatakan rusak. "Hidraulic tak rusak, tapi itu biasa perbaikan rutin saja," ujarnya.

Sedang mengenai dua unit mobil pemadam jenis Isuzu dan Mercedes Benz, Yepri mengatakan, mobil bisa jalan, tapi tidak bisa memompakan air. "Bukan mobil yang rusak, tapi mesin pompa yang tidak maksimal, kalau kita bawa kita malu dengan masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan perbaikan kendaraan operasional, Yepri mengatakan setiap tahun, ada anggaran sekitar Rp 600 juta untuk perbaikan kendaraan. "Itu sudah termasuk bahan bakar dan servis," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved