Berita Semarang
Kisah Musiyah, Warga Semarang yang Bertaruh Nyali dan Biaya di Atas Getek Demi Cucu Sekolah
Sejak jembatan di Kampung Tambaksari jebol diterjang banjir, setiap aktivitas harian harus ditempuh dengan getek di Sungai Beringin, Kota Semarang.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Musiyah tak lagi menghitung jarak, tapi ongkos kecil yang terus berulang.
Sejak jembatan di Kampung Tambaksari jebol diterjang banjir, setiap aktivitas harian harus ia tempuh dengan getek di Sungai Beringin.
“Mau ke mana-mana susah. Antar jemput cucu sekolah, ke pasar, semua lewat getek,” ujar Musiyah, warga Tambaksari, Kamis (29/1/2026).
Getek memang tak mematok tarif. Namun bagi Musiyah, menyeberang tanpa memberi uang terasa tak enak.
Baca juga: Respons Wali Kota Semarang Soal Warga Mangkang Nyebrang Sungai Pakai Getek Karena Jembatan Putus
Setiap kali menyebrang, ia biasanya menyelipkan Rp2.000 untuk sukarelawan penarik getek yang biasanya juga warga sekitar.
Uang yang disumbangkan itu, rencananya akan digunakan sebagai bahan-bahan pembuat rakit yang lebih layak ataupun pembuatan jembatan sementara.
“Memang seikhlasnya, tapi masa enggak ngasih. Jadinya ya lebih boros. Mau gimana lagi,” katanya.
Sejak jembatan swadaya penghubung Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, jebol pada Kamis (15/1/2026) malam, warga RW 7 praktis bergantung pada getek untuk mobilitas harian.
Mulai anak sekolah, pedagang, hingga warga lanjut usia.
Bagi Musiyah, solusi getek hanya penolong sementara. Ia berharap ada jembatan yang dibangun permanen, bukan sekadar darurat.
“Katanya mau dibangun jembatan darurat lagi, tapi enggak tahu kapan. Saya khawatir kalau arus deras lagi, rusak lagi. Harapannya jembatan yang paten, yang bagus dan kuat,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Tugu, Eko Agus Padang, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat warga akan membangun jembatan darurat melalui kerja bakti.
“Info dari Pak RW akan ada kerja bakti. Kemarin nunggu bambu datang, ini akan dibangun jembatan sementara,” katanya.
Menurut Eko, sebelum pembangunan jembatan darurat, warga telah menyiapkan lokasi baru di sebelah selatan jembatan swadaya yang jebol.
“Nanti di sebelah selatan jembatan rob. Infonya karena pemilik lahan di lokasi lama tidak berkenan,” tuturnya.
| Detik-detik Borgol AKBP Basuki Lepas saat Lari Kencang Usai Sidang Vonis 6 Tahun Penjara |
|
|---|
| Wanti-Wanti Dinsos Kabupaten Semarang: Penerima PKH Dilarang Keras Titipkan Kartu ATM dan KKS! |
|
|---|
| BREAKING NEWS, AKBP Basuki Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Levi Dosen Untag |
|
|---|
| Sudah 12 Kecelakaan Terjadi, KAI Daop 4 Semarang Tutup Perlintasan Tidak Terjaga |
|
|---|
| Veronica Wanita Ojol Ikut Demo di Kantor Gubernur Jateng, Panas-panasan Demi Perjuangkan Tarif Layak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260129_Warga-menyeberang-pakai-Getek-di-Semarang_1.jpg)