Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kisah Musiyah, Warga Semarang yang Bertaruh Nyali dan Biaya di Atas Getek Demi Cucu Sekolah

Sejak jembatan di Kampung Tambaksari jebol diterjang banjir, setiap aktivitas harian harus ditempuh dengan getek di Sungai Beringin, Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
NAIK GETEK - Warga Tambaksari Kota Semarang menyeberangi Sungai Beringin dengan getek rakitan warga, Kamis (29/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Musiyah tak lagi menghitung jarak, tapi ongkos kecil yang terus berulang.

Sejak jembatan di Kampung Tambaksari jebol diterjang banjir, setiap aktivitas harian harus ia tempuh dengan getek di Sungai Beringin.

“Mau ke mana-mana susah. Antar jemput cucu sekolah, ke pasar, semua lewat getek,” ujar Musiyah, warga Tambaksari, Kamis (29/1/2026).

Getek memang tak mematok tarif. Namun bagi Musiyah, menyeberang tanpa memberi uang terasa tak enak. 

Baca juga: Respons Wali Kota Semarang Soal Warga Mangkang Nyebrang Sungai Pakai Getek Karena Jembatan Putus

Setiap kali menyebrang, ia biasanya menyelipkan Rp2.000 untuk sukarelawan penarik getek yang biasanya juga warga sekitar.

Uang yang disumbangkan itu, rencananya akan digunakan sebagai bahan-bahan pembuat rakit yang lebih layak ataupun pembuatan jembatan sementara.

“Memang seikhlasnya, tapi masa enggak ngasih. Jadinya ya lebih boros. Mau gimana lagi,” katanya.

Sejak jembatan swadaya penghubung Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, jebol pada Kamis (15/1/2026) malam, warga RW 7 praktis bergantung pada getek untuk mobilitas harian. 

Mulai anak sekolah, pedagang, hingga warga lanjut usia.

Bagi Musiyah, solusi getek hanya penolong sementara. Ia berharap ada jembatan yang dibangun permanen, bukan sekadar darurat.

“Katanya mau dibangun jembatan darurat lagi, tapi enggak tahu kapan. Saya khawatir kalau arus deras lagi, rusak lagi. Harapannya jembatan yang paten, yang bagus dan kuat,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Tugu, Eko Agus Padang, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat warga akan membangun jembatan darurat melalui kerja bakti.

“Info dari Pak RW akan ada kerja bakti. Kemarin nunggu bambu datang, ini akan dibangun jembatan sementara,” katanya.

Menurut Eko, sebelum pembangunan jembatan darurat, warga telah menyiapkan lokasi baru di sebelah selatan jembatan swadaya yang jebol.

“Nanti di sebelah selatan jembatan rob. Infonya karena pemilik lahan di lokasi lama tidak berkenan,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved