Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Aset Bank Syariah Tembus Rp 2,28 Triliun

Perbankan Syariah Pekanbaru mengalami pertumbuhan yang positif pada tahun 2010 yang lalu.

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
Laporan : Anastasia

PEKANBARU, TRIBUN - Perbankan Syariah Pekanbaru mengalami pertumbuhan yang positif pada tahun 2010 yang lalu. Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Seksi Kelompok Statistik dan Survei Bank Indonesia (BI) Pekanbaru, Ahmad Kosasi, Senin (7/2), aset perbankan syariah di Provinsi Riau mencapai Rp 2,28 triliun.

Jika dibandingkan dengan tahun 2009 dengan nilai aset Rp 1,56 triliun, maka tahun 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 45,56 persen.

Tumbuhnya aset perbankan syariah Riau ini antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan mereka. Pertumbuhan DPK perbankan syariah di Riau tumbuh sebesar 29,26 persen atau mencapai Rp 1,47 triliun. Sedangkan pembiayaannya tumbuh 46,76 persen atau tumbuh hingga mencapai Rp 1,547 triliun selama tahun 2010.

Ini menunjukkan bank syariah di Riau jumlahnya 11 bank, sangat progresif dalam mengucurkan pembiayaannya. Dan memang keberadaan perbankan syariah cukup digemari oleh masyarakat di Riau. Ini terbukti dari tingginya apresiasi dan kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi dengan jasa perbankan syariah.

Pertumbuhan yang dialami perbankan syariah sejalan dengan pertumbuhan perbangkan secara umum di Riau. Kosasi menjelaskan kondisi perbankan di Riau selama tahun 2010 telah menunjukkan perkembangan yang lebih bak.

Aset perbankan Riau mengalami pertumbuhan sebesar 14,07 persen, atau menjadi Rp 45,08 triliun. Peningkatan ini terutama dipicu oleh jumlah penghimpunan DPK dari Rp 31,21 triliun menjadi Rp 37,55 triliun. Atau tumbuh sebesar 19,93 persen.

Penyaluran kredit oleh perbankan juga mengalami kenaikan sebesar 20 persen, atau menjadi Rp 29,4 triliun. Sedangkan resiko kredit masih tetap terjaga mengingat NPL perbankan di Riau masih berada di tingkat yang aman, yakni 2,44 persen.

"Untuk diketahui, bank membagi kredit dalam lima kategori. Yaitu kredit yang lancar, kredit yang perlu perhatian khusus, kredit kurang lancar, kredit yang diragukan dan kredit macet. Yang masuk dalam nilai NPL adalah yang masuk dalam tiga kategori (kurang lancar, diragukan dan macet)," jelasnya.

Dilihat dari penyaluran kredit, jenis kredit berskala Mikro Kecil Menengah (MKM) cukup mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 75,71 persen terhadap seluruh total kredit yang disalurkan.

Penyaluran kredit MKM perbankan Riau sebagian besar mengucur ke sektor perdagangan sebesar Rp 5,09 triliun dan sektor pertanian sebesar Rp 2,41 triliun. Ditambahkannya, kredit perbankan Riau mayoritas untuk membiayai kegiatan produktif. Ini terlihat dari penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi yang mencapai Rp 18,8 triliun atau sekitar 64 persen dari total kredit perbankan Riau.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved