Temperatur capai 35,4 derajat celcius
Selain kabut asap yang mulai mengepung Pekanbaru, suhu ekstrim pun mulai mengancam. Jumat (11/2), temperatur udara mencapai 35,4 derajat celcius.
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
PEKANBARU, TRIBUN - Selain kabut asap yang mulai mengepung Pekanbaru, suhu ekstrim pun mulai mengancam. Jumat (11/2), temperatur udara mencapai 35,4 derajat celcius. Angka ini termasuk ekstrim karena bulan ini, tigkat kewajaran diperkirakan masih sekitar 33 derajat celcius.
Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Warih Budi Lestari kepada Tribun menuturkan, pencapain suhu diatas 35 derajat celcius itu terjadi kemarin. Sehari sebelumnya, meskipun titik api cukup banyak, suhu maksimum Pekanbaru hanya 34,6 derajat celcius.
Menurut Warih peningkatan suhu ini tidak terlepas dari rendahnya kelembaban udara (RH). Kemarin, tingkat RH hanya 33 persen yang dikategorikan kering. Dengan RH tersebut sulit terjadi pembentukan awan hujan. Dampaknya peluang hujan di Pekanbaru sangat minim.
"Suhu kita memang termasuk ekstrim karena sesuai kewajaran, normalnya suhu sekarang ini sekitar 33 derajat celcius," katanya.
Dengan rendahnya RH ini, Warih mengimbau warga lebih waspada bila beraktivitas dengan api. Warga jangan melakukan pembersihan lahan dengan membakar karena suhu ektrim dan kelembaban yang rendah mudah memicu kebakaran besar.
Meskipun suhu ekstrim terjadi di Pekanbaru jumlah titik api mulai berkurang. Total hotspot yang dipantau satelit NOAA 18 hanya ada empat titik api di Riau. tersebar di Rokan Hulu dua titik api dan Inhu serta Kuansing, masing-masing satu titik api.
Jumlah ini jauh menurun dibandingkan hari sebelumnya. Kamis (10/2) terdapat 13 titik api di lima kabupaten berbeda. Lima titik di Rokan Hilir, tiga titik di Pelalawan dan masing-masing dua titik api di Indragiri Hulu serta Siak. Sisanya satu titik api lagi di Bengkalis. "Terjadinya penurunan titik api ini kemungkinan karean uapay pemadaman ataupun hujan yang turun," tutur Warih.
Beberapa wilayah di Riau terutama bagian barat, berpotensi turun hujan meskipun intensitasnya ringan.
Selain di Riau, penuruna titik api juga terjadi di wilayah Sumatera lainnya. Total titik api di luar Riau hanya terpantau tujuh titik api. Jambi, tiga titik api, Sumsel satu titik api dan Kepri serta Sumbar masing-masing satu titik api. Padahal, hari sebelumnya, total titik api di Sumatera terdapat 50 hotspot dan 13 diantaranya di Riau. Sebanyak 37 titik api lainnya terdapat di Sumsel (15), Bengkulu (5), Jambi (5), Sumut (4), Babel (3), Sumbar (3) Aceh (1) dan Kepri (1).