Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dua Sampel Positif Flu Burung

Dua ekor ayam yang diduga terjangkit virus flu burung di Jalan Pembangunan, Rumbai Pesisir, positif mengidap flu burung.

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
Laporan : Afrizal

PEKANBARU, TRIBUN - Dua ekor ayam yang diduga terjangkit virus flu burung di Jalan Pembangunan, Rumbai Pesisir, positif mengidap flu burung. Kepastian ini diperoleh setelah Dinas Pertanian Pekanbaru melakukan uji laboratorium terhadap sampel yang diperoleh di lokasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pekanbaru, Sentot D Prayitno kepada Tribun, Rabu (23/2). "Jadi setelah kita lakukan uji lab, terbukti ada dua sampel yang positif flu burung," katanya.

Dengan adanya temuan postif flu burung ini, Sentot mengatakan sudah melakukan depopulasi terhadap ayam peliharaan penduduk. Depopulisasi merupakan pemusnahan ayam dan unggas dengan radius 100 meter dari temuan ayam mati mendadak.

Depopulasi ini dilakukan secara mandiri terhadap 25 ekor ayam milik penduduk yang masih hidup. Pemusnahan ini dilakukan Kamis lalu . "Alhamdulillah masyarakat memberikan respon yang baik dan bersedia ternak mereka dimusnahkan," kata Sentot.

Setelah dilakukan pemusnahan, Distan juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang dan kawasan lain sekitar temuan uanggas mati.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 50 ekor ayam milik warga mati mendadak di Jalan Pembangunan Rumbai Pesisir. Ayam ini awanya diduga flu burung (avian Influenza).

Saat mengatahui kematian mendadak tersebut, dinas pertanian langsung melakukan pemusnahan dengan membakar bangkai ayam serta menyemprotkan disinfektan pada ayam dan kandang.
Bagi warga yang menmukan kasus ayam mati mendadak bisa mengadukan kejadian tersebut pada RT/RW setempat ataupun melalui nomor telepon 0761-25423 yang merupakan nomor kantor Dinas Pertanian.

Sementara itu, terkait ayam warga yang mati mendadak di Tangkerang Timur, Kabid Peternakan Distan Riyantoni kepada Tribun mengatakan bukan akibat flu burung. Kematian tersebut diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu beberap hari terakhir. "Kalau itu matinya akibat cuaca. Ada dua ekor yang mati kemarin itu," katanya, Rabu (23/2).

Dikatakan Riyantoni, PDSR (Participatory Disease Surveillance and Response)bersama dua orang dokter hewan sudah turun ke lapangan dan mendatangi masyarakat. Tim ini bertangggungjawab terhadap penganggulangan penyakit pada unggas.

Dari pemeriksaan kondisi fisik ayam diketahui kalau ternak tersebut mati bukan akibat flu burung. Ternak tersebut dikubur. Meskipun negatif, Riyantoni meminta warga yang memiliki ternak ayam, tidak melepas begitu saja. Hewan tersebut hendaknya dikandangkan agar terbebas dari ancaman flu burung maupun pengaruh cuaca.

Kepada RT dan RW, pihaknya juga sudah mengimbau agar memusnahkan ayam dan unggas yang tidak dipelihara dalam kandang karena berdampak pada masyarakat. "Seluruh warga kita minta jangan lepaskan kalau memilihara ayam. Hendaknya dimasukkan dalam kandang. Kalua dilepas, akan dimusnahkan oleh RT dan RW setempat," ujarnya. (riz)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved