Masril Temukan Bayi Bersemut di Belakang Rumah
Masril menemukan bayi ini dalam kondisi hidup, masih belum dibersihkan setelah dilahirkan, masih bertali pusar, dan dikerubuti semut.
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
PEKANBARU, TRIBUN- Bayi perempuan yang baru saja dilahirkan, ditemukan oleh seorang warga, Masril (50), di belakang rumahnya, pada Rabu (23/2), pukul 07.40 WIB,di Jalan Todak Gang. Patin, RT 01/ RW 04, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai. Masril menemukan bayi ini dalam kondisi hidup, masih belum dibersihkan setelah dilahirkan, masih bertali pusar, dan dikerubuti semut.
Para warga sekitar tempat kejadian sempat heboh dengan adanya penemuan bayi ini, tetapi belum ada yang mengaku sebagai ibu kandung dari bayi malang ini. Bayi ini dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Saki Bhayangkara, di Jalan Kartini, untuk menjalani perawatan medis.
Menurut keterangan anak perempuan Masril, Sri (20), menjelaskan, bahwa pagi itu ayahnya sedang berada di dapur rumah. Tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi dari belakang rumah dan saat itu ayahnya menyangka bahwa suara itu adalah suara kucing.
Merasa penasaran, ayahnya langsung menelusuri asal suara tersebut di belakang rumahnya. Ternyata, suara tersebut berasal dari kotak kayu yang dulunya digunakan untuk penangkaran jangkrik. "Ayah saya langsung kaget ketika melihat ada bayi di dalam kotak kayu itu," kata Sri.
Masril langsung memberitahukan peristiwa itu kepada istrinya, Rumiati (50), bahwa ia telah menemukan bayi. Keemudian Rumiati langsung menginformasikan peristiwa itu kepada tetangga di samping rumah kontrakannya yang bernama Elin.
Menurut penjelasan Elin, saat ditemui Tribun di Mapolsekta Bukit Raya, pada Rabu (23/2) siang, setelah ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi, ia mengatakan bahwa saat diberitahu oleh Rumiati, ia langsung berlari ke belakang rumah untuk melihat bayi malang itu.
"Saya langsung mengambil handuk dan membawa bayi itu ke dalam rumah saya. Lalu saya bersihkan badannya bersama-sama dengan seorang bidan yang tinggalnya tak jauh dari rumah saya. Saya kasihan melihat bayi ini, badannya bentol-bentol digigit nyamuk, telapak tangannya sudah membiru, mungkin karena kedinginan berada di luar rumah," kata Elin.
Warga yang penasaran dengan adanya penemuan bayi itu, berdatangan ke rumah Elin untuk melihat bayi yang hingga kini masih belum diketahui siapa orangtua kandungnya. Kemudian seorang warga menghubungi pihak kepolisian.
Tak lama berselang, anggota Kepolisian Sektor Bukit Raya datang ke tempat kejadian, lalu bayi tersebut langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan perawatan medis, karena kondisi bayi mungil tersebut dalam keadaan lemah.
Menurut seorang dokter RS Bhayangkara yang menangani perawatan bayi tersebut, dr. Tirta Achda, menyatakan bahwa saat menerima bayi tersebut, kondisi bayi itu sudah bersih dan sudah mengenakan kain pada seluruh tubuhnya.
"Bayi ini dilahirkan dalam keadaan normal dan sehat. Diperkirakan ibu si bayi melahirkan pada usia kandungannya memasuki bulan ke delapan atau 37 minggu. Jenis kelaminnya perempuan, berat badan 2,2 kilogram, dan tingginya 43 cm," kata Tirta.
Menurut Kapolsekta Bukit Raya, AKP Yuniar Ari Darmawan, melalui Kanit Reskrim, AKP Jhon Sihite, kepada Tribun, saat ini pihaknya belum menentukan tersangka terhadap peristiwa ini. "Kita sedang mencari saksi-saksi untuk mengarah ke dugaan siapa ibu bayi tersebut, karena sampai saat ini belum ada yang mengakui bahwa itu adalah bayinya," kata Jhon.