Rem Blong, Truk Bermuatan 60 Orang Terguling
Sebanyak 10 orang meninggal dunia dan 43 lainnya
- 10 Meninggal, 43 Luka Berat
MOJOKERTO, SURYA Sebanyak 10 orang meninggal dunia dan 43 lainnya mengalami luka berat, setelah truk yang ditumpangi terguling, Minggu (14/8)/2011. Mereka para jemaat Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dari berbagai gereja di wilayah Majelis Daerah Wilayah Surabaya Barat.
Para jemaat GKJW ini usai menggelar Kebaktian Padang – Bible Camp (Retreat) di lokasi Wana Wisata Air Terjun Dlundung, Trawas. Rencananya, mereka akan balik ke Villa Suryo, Trawas, tempat mereka menginap mulai 13-14 Agustus 2011.
Para jemaat dari berbagai gereja di Majelis Daerah Surabaya Selatan ini, melakukan kegiatan dengan menumpang dua buah truk. Namun, naas saat perjalanan balik tersebut, sekitar pukul 12.30 WIB, tepatnya di Desa Ketapanrame, salah satu truk berwarna putih, dengan nopol AG 8076 UD diduga mengalami rem blong. Truk yang ada di baris kedua ini pun meluncur deras di jalan yang dalam kondisi menurun tersebut. Tak pelak, truk yang dikendarai Ibnu Abas ini pun sempat menyerempet truk yang ada di depannya.
Truk pun oleng, Abas berupaya mengendalikan laju truk. Sayang di depannya, ada sebuah pick up Mihtsubishi bernopol W 8257 NE yang sedang parkir. Tabrakan keras pun tak bisa dihindari. Akibat tabrakan ini, pick up tersebut terguling dan berbalik dengan posisi ban di atas. Beberapa orang yang menumpang truk berwarna putih ini pun terpental dari bak truk.
Namun, truk ini belum juga berhenti. Karena kondisi jalan menurun, dan rem yang blong, truk terus melaju hingga beberapa meter, dan menabrak tiang listrik dari beton. Akibatnya, truk pun terguling-guling, dan berhenti dengan kondisi berbalik arah 180 derajat.
Akibat peristiwa ini, dua orang meninggal di lokasi kejadian. Sedang puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Mereka pun dilarikan ke beberapa rumah sakit yang ada di Mojosari dan Mojokerto.
Namun, dalam perjalanan evakuasi korban, terdapat 10 orang yang meninggal dunia akibat peristiwa ini. Sementara, sampai petang kemarin, sebanyak 43 orang lainnya mengalami luka berat, dan empat orang mengalami luka ringan.
Mereka yang meninggal dunia, yakni dua orang di RS Sumberglagah, Mojokerto, 7 orang di RSUD Soekandar Mojosari, dan satu orang di RSUD Wahidin Soediro Husodo Kota Mojokerto.
Sementara yang mengalami luka berat juga tersebar di beberapa rumah sakit. Selain di tiga rumah sakit milik pemerintah tersebut, beberapa orang juga dirujuk ke rumah sakit swasta di Mojokerto dan Mojowarno.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para jemaat GKJW ini sedang melakukan Bible Camp yang diikuti sekitar 150 orang jemaat dari Komisi Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa (KPPM). Kegiatan ini berlangsung tanggal 13-14 Agustus 2011. Mereka juga menggelar outbond di lokasi Wana Wisata Air Terjun Dlundung, yang sekitar 14 KM dari puncak Gunung Welirang.
Para jamaat ini berasal dari berbagai gereja GKJW. Di antaranya, 30 orang asal Mojosari, 30 orang dari Wates, Kediri, 14 orang dari Trowulan, 17 orang dari Jetis, 8 orang dari Ngoro, 6 orang dari Mojosulur, 2 orang dari Dawarblandong, dan 44 orang dari Mojowarno, Jombang.
Kebanyakan yang menumpang di truk kedua, yang akhirnya terguling ini berasal Jetis dan, Dlanggu, Kutorejo, dan Mojowarno. Sehingga, kebanyakan jemaat yang meninggal maupun yang mengalami luka berasal dari kawasan Mojowarno, Jombang.
Sedang mereka yang meninggal dunia, diantaranya; dua orang yang dilarikan di RS Sumberglagah, Pacet, yakni Kristiana Nugraini (21), asal Mojowarno, dan Deni (23), asal Mojowarno.
Sedang yang meninggal dunia dan dilarikan di RS Prof Dr Sukandar Mojosari, yakni Nugroho (17), asal Mojowarno, Mikho (34), asal Mlirip, Jetis, Rio (20), asal Mojowarno, Oki Simon (16), asal Mojowarno, Aditya (20), asal Dlanggu, Mojokerto, Tiur (20), asal Kutorejo, dan satu orang lagi seorang lelaki yang belum diketahui identitasnya.
Sedang yang meninggal dan dilarikan ke RS dr Wahidin Soediro Husodo Kota Mojokerto, yakni Novi Retnosari (13). Belum diketahui asal Novi ini.
“Truk melaju kencang sekali, sepertinya remnya blong. Usai menabrak sempat terguling-guling dan akhirnya berhenti,” ujar Cholis, warga Ketapanrame yang melihat langsung kejadian itu.
Bahkan, menurut Cholis, saking kerasnya tabrakan itu, beberapa orang yang ada di atas truk sempat terpental keluar bak truk. “Mereka tergeletak di jalan,” katanya.
Aprilia, salah satu peserta jemaat menyatakan, sebenarnya, gelar Bible Camp ini sudah usai. Mereka hendak kembali dari Lokasi Wana Wisata Air Terjun Dlundung, setelah outbound. “Kami hendak kembali ke Villa Suryo, namun naas, kecelakaan terjadi karena rem truk blong,” katanya.
Sampai petang kemarin, beberapa keluarga korban, sejak pukul 15.00 WIB, mulai mendatangi RS Prof dr Sukandar Mojosari. Mereka tampak kebingungan mencari-cari sanak saudaranya.
Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo memastikan, insiden yang menewaskan 10 orang jemaat GKJW ini akibat dari rem blong. “Mereka berjalan iring-iringan, namun salah satu truk remnya blong,” ujar Prasetijo saat berada di RS Prof dr Soekandar Mojosari.
Menurut Kapolres Prasetijo, kondisi jalan yang menurun dengan sekitar 60 derajat ini, membuat rem blong. Selain kondisi jalan yang menurun, juga karena beban muatan truk yang mengangkut sekitar 60 orang.
“Kami sudah meminta keterangan beberapa orang saksi,” ujarnya.
Salah satunya yang sedang dimintai keterangan polisi yakni Pendeta Suryo Atmojo asal GKJW Mojosari yang sebagai penanggungjawab kegiatan tersebut. Selain itu, juga sopir pick up dan sopir truk warna putih yang naas itu.
Wimbo Santjaka Pendeta GKJW Mojowarno mengatakan pihak GKJW sebenarnya tidak menyarankan menggunakan truk engkel untuk mengangkut jemaatnya menuju tempat outbond. Namun, ternyata rombongan remaja ini tetap bersikeras.
"Kami tidak pernah menyarankan memakai truk, tapi pemuda ini tetap mau naik truk," katanya pada Suara Surabaya, Minggu (14/8/2011).
Para jemaat itu terdiri dari remaja jemaat GKJW rayon Surabaya barat yang meliputi Mojokerto, Segaran, Mutersari, Mojowarno dan Wungurejo.
Peserta terbanyak dari Mojowarno, yaitu 40 orang yang dikirim mengikuti kegiatan outbond di Dlundung , Trawas, Mojokerto. ”Kami sudah mendapat informasi 4 korban dari Mojowarno meninggal. Keluarga sudah dikabari semua,” ujar Wimbo pada Suara Surabaya, Minggu (14/8/2011).