Kajati Jateng: Saya Pernah Gebrak Meja
Penampilan kalem bukan berarti tak bisa tegas. Namun, ketegasan itu hanya akan muncul di saat-saat yang tepa
SEMARANG, WARTAJATENG- Penampilan kalem bukan berarti tak bisa tegas. Namun, ketegasan itu
hanya akan muncul di saat-saat yang tepat.
"Saya pernah menggeberak meja," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Arnold BM Angkouw, dalam perbincangan dengan
Warta Jateng dan Kompas di ruang kerjanya, kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (4/3/2013)
Aksi geberak meja itu terjadi ketika Arnold bertugas di sebuah Kejaksaan Negeri (Kejari) di Provinsi Timor Timur tahun 1990-an. Saat itu, Arnold
menangani kasus penganiayaan yang pelakunya adalah anak seorang tokoh
masyarakat sekaligus pejuang integrasi.
Sang tokoh masyarakat merasa nama baik keluarganya tercemar apabila si
anak ditahan. Oleh karena itu, ia mendesak agar si anak dibebaskan.
Arnold yang menemui sang pejuang integrasi dan menjelaskan, kejaksaan
tak mungkin membebaskan si pelaku penganiayaan. Namun si tokoh
masyarakat terus mendesak agar anaknya dibebaskan.
"Akhirnya saya menggeberak meja dan memintanya pulang," kata Arnold. Ketegasan yang ditunjukkan Arnold membuahkan hasil. Sang tokoh
masyarakat akhirnya menyadari kesalahannya.