Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kajati Jateng: Saya Pernah Gebrak Meja

Penampilan kalem bukan berarti tak bisa tegas. Namun, ketegasan itu hanya akan muncul di saat-saat yang tepa

Tayang:
zoom-inlihat foto Kajati Jateng: Saya Pernah Gebrak Meja
WARTA JATENG/IGN PRAYOGO
Kajati Jawa Tengah Arnold Angkouw
Laporan Wartawan Warta Jateng, Ign Prayogo

SEMARANG, WARTAJATENG- Penampilan kalem bukan berarti tak bisa tegas. Namun, ketegasan itu hanya akan muncul di saat-saat yang tepat.

"Saya pernah menggeberak meja," kata  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Arnold BM Angkouw, dalam perbincangan dengan Warta Jateng dan Kompas di ruang kerjanya, kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (4/3/2013)

Aksi geberak meja itu terjadi ketika Arnold bertugas di sebuah Kejaksaan Negeri (Kejari) di Provinsi Timor Timur tahun 1990-an. Saat itu, Arnold menangani kasus penganiayaan yang pelakunya adalah anak seorang tokoh masyarakat sekaligus pejuang integrasi.

Sang tokoh masyarakat merasa nama baik keluarganya tercemar apabila si anak ditahan. Oleh karena itu, ia mendesak agar si anak dibebaskan.

Arnold yang menemui sang pejuang integrasi dan menjelaskan, kejaksaan tak mungkin membebaskan si pelaku penganiayaan. Namun si tokoh masyarakat terus mendesak agar anaknya dibebaskan.

"Akhirnya saya menggeberak meja dan memintanya pulang," kata Arnold. Ketegasan yang ditunjukkan Arnold membuahkan hasil. Sang tokoh masyarakat akhirnya menyadari kesalahannya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved