Kecelakaan Tanah Putih

Sopir Bus Nugroho Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Nugroho yang mengalami kecelakaan beruntun di kawasan Tanah Putih, Semarang

Sopir Bus Nugroho Ditetapkan Jadi Tersangka
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN
Warga memadati tempat lokasi kecelakaan beruntun di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2013). Kecelakaan terjadi saat bus PO Nugroho nopol H 1574 AC jurusan Mangkang-Bukit Kencana mengalami rem blong dan menghantam delapan sepeda motor dan tiga mobil. Dalam musibah tersebut tiga meninggal dunia, enam luka berat, dan delapan luka ringan. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sopir bus PO Nugroho yang mengalami kecelakaan beruntun di kawasan Tanah Putih, Semarang, Susanto (46) ditetapkan sebagai tersangka.

Informasi itu disampaikan Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Faizal, Sabtu (04/05/2013).

Sedangkan kernet bus, Hanafi masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. "Sopir juga masih terus diperiksa sampai saat ini," ujar Faizal.

Berdasarkan keterangan sopir, bus mulai kehilangan kendali saat berada di tikungan jalan menurun tersebut. Kurang lebih sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Kanit Lantas Polrestabes Semarang AKP Slamet menambahkan, bus saat itu berkecepatan 70 kilometer per jam. Bus juga dalam kondisi gigi netral sehingga semakin sulit dikendalikan.

"Kalau oli rem bukannya kosong, ada tapi kemungkinan habis karena bocor, sehingga rem tidak berfungsi," ujarnya.

Bus PO Nugroho dengan nomor polisi H1574AG jurusan Mangkang-Tembalang mengalami kecelakaan di turunan Jalan Dr Wahidin, Semarang, Jumat siang. Sedikitnya enam sepeda motor dan tiga mobil ditabrak bus yang melaju kencang.

Ada 15 korban dalam kecelakaan itu, tiga orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Ketika itu bus melaju tanpa kendali dari arah atas yang kemudian berpindah jalur dan menabrak sejumlah sepeda motor dan mobil. Bus baru berhenti setelah menabrak sebuah mobil sedan dan tiang baliho yang cukup besar. Kondisi kendaraan yang ditabrak sebagian besar rusak parah.

Tiga korban tewas dalam peristiwa itu yakni Agus Irfan Sulistya (49) warga Ganesha Mukti 203, Semarang, Eko Budiarto (36) warga kampung Pandean Taman Kebonharjo Semarang, Adi Nur Nugroho (34) warga Kelelengan Kecil Kembangsari Semarang. Sedang sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. 

Editor: agung yulianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved