Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Totok Luruskan Peristiwa Gerbong KA Lepas di Jrakah Semarang

Vice President PT KAI Daop IV Semarang, Totok Suryono, meluruskan peristiwa lepasnya rangkaian gerbong KA Tawang Jawa, Minggu (19/5/2013) malam.

Penulis: deni setiawan | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG
- Vice President PT KAI Daop IV Semarang Totok Suryono meluruskan peristiwa lepasnya rangkaian gerbong KA Tawang Jawa jurusan Semarang-Jakarta pada Minggu (19/5/2013) malam.

Menurutnya, ungkapan yang beredar luas di masyarakat apabila tujuh gerbong belakang dari 12 rangkaian KA terputus sehingga tertinggal jauh oleh lokomotif penariknya, itu tidak benar alias tidak sesuai fakta di lapangan.

"Petugas turun langsung di lapangan untuk perbaikan dan pengecekan selama 1,5 jam di Jrakah Semarang semalam," kata Totok kepada Tribun Jateng, Senin (20/5/2013).

Dia menjelaskan, fakta di lapangan, rangkaian gerbong KA yang berangkat dari Stasiun Poncol Semarang pukul 19.00 berkecepatan sekitar 30 kilometer per jam itu, pengait antara gerbong kelima dan keenam lepas di Km 4+700 atau sekitar Bandara Ahmad Yani Semarang.

"Saat terlepas buffernya (pengait antargerbong), KA otomatis terhenti. Jarak antara gerbong yang terlepas dengan lokomotif hanya sekitar 90 meter," jelasnya.

Artinya, lanjutnya, salah apabila gerbong itu tertinggal jauh dari lokomotifnya dan kekhawatiran penumpang takut tersundul KA lain, tidak perlu karena tidak mungkin terjadi.

"Kami maklumi itu karena mereka pasti panik. Terlebih, apabila rangkaian putus, power pembangkit di tiap gerbong akan mati secara otomatis," jelasnya.

Dia menjelaskan, dari sisi teknis, apabila rem di tiap gerbong masih berfungsi baik, ketika satu gerbong terlepas dari buffer akan langsung terhenti, termasuk lokomotif penarik gerbong itu.

"Jadi tidak mungkin selama kondisi alat rem berfungsi baik. Itu sudah terdesain seperti itu," jelasnya.

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Zakaria menjelaskan, akibat peristiwa itu, sebelum dirangkaikan kembali, di titik lokasi terputusnya gerbong, petugas teknis melakukan pengecekan selama sekitar 30 menit.

Lalu, lanjutnya, untuk memastikan tidak terjadi hal krodit, KA Tawang Jaya kembali dihentikan di Stasiun Jrakah Semarang. Sekitar satu jam KA tersebut diperbaiki dan diperiksa agar aman sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00, KA Tawang Jawa diberangkatkan kembali sekitar pukul 21.30 dari Stasiun Jrakah Semarang," jelas Zakaria. (*)
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved