Waspadai Demam Berdarah
Enam Kelurahan di Semarang Jadi Percontohan Actived
Enam kelurahan di Kota Semarang, jadi wilayah percontohan inisiatif penanganan demam berdarah berbasis vektor (actived).
Penulis: deni setiawan | Editor: ignatius prayogo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hingga 2015 mendatang, sebanyak enam kelurahan di Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menjadi wilayah percontohan inisiatif penanganan penyakit endemik demam berdarah (DB) berbasis vektor (actived).
Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalandara Semarang bekerja sama untuk melakukan aksi actived demam berdarah. Aksi difokuskan di sekolah dasar (SD) maupun puskesmas.
"Kami melihat, Kelurahan Jatisari, Sukorejo, Kalipancur, Kramas, Sumurejo, dan Tlogomulyo menjadi titik angka kesakitan kasus DB tertinggi di Semarang, karena kami jadikan wilayah percontohan hingga 2015 mendatang," kata Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mada G Soebowo kepada Tribun Jateng, Rabu (22/5/2013).
Dia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, ada lima tahapan yakni persiapan (assessment), pelaksanaan program (capacity building), percontohan awal, percontohan akhir, dan transisi.
"Kelima tahapan itu diharapkan bisa memangun partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan DB sedini mungkin. Kami yakin semua bisa terlaksana selama memperoleh dukungan dari lintas sektor, tak terkecuali masyarakat setempat," katanya. (*)