Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran di Semarang

BREAKING NEWS: Kebakaran di Permukiman Padat di Jagalan Semarang, 1 Warga Terjebak di Lantai 2

Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Grajen Karanglo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
PADAMKAN API - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melakukan pemadaman kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di kawasan Grajen Karanglo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kamis (4/6/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Grajen Karanglo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis (4/6/2026) siang.

Api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 12.56 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah menerima laporan.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.56 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

"Laporan masuk sekitar pukul 12.56 WIB. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 13.02 WIB," ujarnya di lokasi kejadian.

Baca juga: "September Kami Maksimalkan" Janji Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Perbaiki Jalan Randublatung - Cepu

Baca juga: Penyebab Kebakaran Gudang Rosok yang Hanguskan 8 Mobil di Sukoharjo, Api Diduga dari Bakar Sampah

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani peristiwa tersebut. 

Sekira 50 personel dikerahkan guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain.

Menurut Ade, tantangan utama dalam penanganan kebakaran berasal dari kondisi lingkungan yang merupakan kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang terbatas.

"Kendala utama terkait akses. Kondisi perkampungan rumahnya berdempetan dan cukup padat. Namun ada tiga jalur akses sehingga petugas bisa menjangkau titik kebakaran," katanya.

Meski demikian, petugas berhasil melokalisasi api sehingga tidak menyebar ke rumah-rumah warga di sekitarnya.

"Alhamdulillah api sudah bisa dilokalisasi dan tidak menyebar ke bangunan lain," tambahnya.

Dalam proses pemadaman, petugas tidak mengalami kendala pasokan air. Kebutuhan air didukung suplai dari PDAM serta kendaraan tangki berkapasitas 10.000 liter.

"Stok air aman. Ada suplai dari PDAM dan juga kendaraan tangki 10.000 liter sehingga tidak ada kendala," jelas Ade.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. 

Namun, petugas sempat mengevakuasi seorang warga yang terjebak di lantai dua bangunan saat kebakaran berlangsung.

"Tadi sempat dilakukan evakuasi satu orang dari lantai dua karena kesulitan turun akibat panas dan asap. Warga berhasil dievakuasi menggunakan tangga," ujarnya. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved