Pembagian BLSM
Sekretaris Menkopolhukam Pantau Pembagian BLSM di Semarang
Pembagian dana BLSM sebesar Rp 300 ribu untuk bulan Juli dan Agustus 2013, Sabtu (22/6/2013) mulai dibagikan.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Langgeng Sulistyono, memantau pembagian dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kota Semarang, Jawa Tengah, sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak.
Pembagian dana BLSM sebesar Rp 300 ribu untuk bulan Juli dan Agustus 2013 tersebut dibagikan kepada sekitar seribuan warga yang berhak dan mengantre di Kantor Pos Besar Jalan Pemuda Semarang, seperti dikutip Antara, Sabtu (22/6/2013).
Langgeng menilai pelaksanaan pembagian BLSM hari pertama di Kota Semarang secara umum berjalan cukup baik dan tertib.
"Saya pesan kepada pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lainnya agar bertanggung jawab dalam kelancaran pembagian BLSM untuk masyarakat yang berhak menerima," kata mantan Pangdam IV/Diponegoro itu.
Terkait dengan adanya masyarakat yang belum mengetahui prosedur penerimaan BLSM yang ditargetkan selesai pada 9 Juli 2013, Langgeng mengatakan bahwa hal itu menjadi tugas aparat pemerintahan setempat.
"Saya sudah ’wanti-wanti’ (mengingatkan) kepada pejabat pemerintah yang tinggi sampai ke bawah siap bertanggung jawab karena mereka digaji negara untuk bekerja dan jika ada yang tidak beres maka yang bersangkutan harus tanggung jawab," ujarnya.
Menurut dia, BLSM yang dibagikan kepada masyarakat saat ini merupakan atensi dari pemerintah pusat untuk meringankan beban hidup rakyat pascakenaikan harga BBM.
"Makanya pembagian BLSM tahap pertama ini tersebut hanya beberapa bulan untuk penyesuaian," katanya.
Kepala Kantor Pos Besar Kota Semarang Tedi Permana yang ditemui terpisah mengatakan BLSM pada hari ini dibagikan kepada 1.091 rumah tangga sasaran (RTS) di tujuh kelurahan di Kecamatan Semarang Tengah.
"Ketujuh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pekunden, Karang Kidul, Jagalan, Brumbungan, Miroto, Purwodinatan, dan Bangungjarjo," ujarnya. (*)