Penangkapan Terduga Teroris
Para Pelayat Berdatangan ke Rumah Eko
Banyak warga Dukuh Mluwih, Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, berdatangan ke rumah Eko Suryanto (20), sekitar pukul 20.30 WIB, Kamis (1/8/2013).
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Banyak warga Dukuh Mluwih, Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, berdatangan ke rumah Eko Suryanto (20), sekitar pukul 20.30 WIB, Kamis (1/8/2013). Mereka datang untuk melayat dan menunggu kedatangan jenasah Eko alias Risal yang tewas ditembak Densus 88 di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013) lalu.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, warga yang datang menggunakan sepeda motor harus memakirkan kendaraannya di luar jalan desa yang langsung menuju ke rumah Eko. Pasalnya, jalan tersebut ditutup untuk dilintasi kendaraan. Meski demikan, pemerintah desa setempat dan warga sekitar rumah Eko menyambut kedatangan para tamu dengan ramah.
Saat berada di rumah Eko, rumah tersebut sudah dipenuhi dengan ibu-ibu yang berjilbab untuk memenuhi rumah Eko hingga sampai di teras rumah. Bahkan, ada pula yang berada di depan pekarangan rumah yang duduk di kursi seng yang telah ditata.
Kurang lebih sekitar 250 meter menyusuri jalan di depan rumah Eko, sudah disiapkan masjid desa setempat yang digunakan untuk mensholatkan jenasah Eko. Meski jenasah Eko belum datang hingga berita ini dikirimkan, masjid itu sudah dipenuhi oleh ormas-ormas Islam yang melakukan sholat.
Siang tadi, perwakilan juru bicara dari pihak keluarga Eko, Arkanul Islam (41) mengatakan, warga telah mempersiapkan rententan acara pemakaman tersebut. Pemerintah desa setempat telah merapatkan kegiatan acara di rumah duka.
“Rencananya, ketika jenasah sudah datang akan dibawa ke rumah duka (rumah orangtuannya) terlebih dulu. Lalu kemudian langsung dibawa ke masjid yang tidak jauh dari lokasi rumah duka, untuk disholatkan. Lalu baru pihak keluarga, terutama ibunya dapat melihatnya,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kedatangan dari jenasah putra sulung Sugiyanto dan Tuginem itu. Sedangkan jenasah dari Eko masih dalam perjalanan dan diperkirakan datang malam ini juga. (*)