Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

12 Personel Damkar Solo Diterjunkan Bantu Pemakaman Warga Berbobot 200 Kg

Sebanyak 12 personel Damkar Kota Solo diterjunkan dalam prosesi pemakaman salah satu warga.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
BANTU PEMAKAMAN: Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo, Jawa Tengah, membantu proses pemakaman seorang warga berinisial R (43), warga Kelurahan Serengan, pada Senin (5/1/2026) siang. (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati) 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Senin (5/1/2026) siang, sebanyak 12 personel dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo diterjunkan dalam prosesi pemakaman salah satu warga Kampung Makam Bergolo, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Dinas Damkar Solo juga membawa sejumlah alat bantu.

Hal itu dilakukan karena jenazah Rusminingsih (43), yang meninggal pada Minggu (4/1/2026), memiliki bobot di atas rata-rata, yakni sekitar 200 kilogram (kg).

Baca juga: 4 Pelaku Pelecehan Mahasiswi UNS Solo Diminta Buat Surat Permintaan Maaf Setelah Dijatuhi Sanksi

Jenazah dimakamkan di TPU Danyung pada Senin sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di lokasi, selain petugas Damkar, sejumlah petugas Linmas dari Kelurahan Serengan juga diterjunkan untuk membantu membawa jenazah dari mobil ambulans menuju titik makam.

Setidaknya ada delapan petugas Linmas yang menurunkan jenazah dari mobil menuju makam.

Mereka harus melewati jembatan kecil karena jarak antara jalan utama menuju makam terhalang aliran air selebar sekitar 1,5 meter.

Komandan Regu (Danru) Damkar Kota Solo yang bertugas, Matias Andri, menjelaskan permintaan bantuan datang dari kerabat jenazah.

"Kemarin pihak keluarga melaporkan kepada personel kami yang ada di pos jaga. Akhirnya kami tindak lanjuti. Tadi kami langsung ke rumah duka dan mengecek lokasi pemakaman," terang Andri saat ditemui di lokasi.

Andri menambahkan, pihaknya membawa sejumlah alat bantu untuk menurunkan jenazah ke liang lahat.

Sejumlah alat seperti tripod, tali, serta basket atau tandu yang biasa digunakan untuk penanganan atau penyelamatan korban di medan vertikal digunakan untuk menurunkan jenazah ke liang lahat.

"Kami melibatkan 12 personel penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Surakarta dengan menggunakan sistem lowering penurunan. Kami memakai basket karena jenazah tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti karena terlalu besar, dengan berat badan kurang lebih 200 kilogram," jelas Andri.

Disinggung soal kendala saat pemakaman, Andri menyebut kendala utama adalah lokasi liang lahat yang berada cukup jauh dari jalur utama TPU.

"Kendalanya lokasi, tetapi beruntung proses dari rumah duka hingga pemakaman berjalan lancar dan dapat teratasi oleh tim kami," lanjutnya.

Andri menambahkan, permintaan bantuan pemakaman warga dengan bobot di atas rata-rata ini merupakan kali kedua pihaknya melakukan penanganan serupa.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved