Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pijit Shiatsu Menjadi Pilihan Menghilangkan Lelah

Terapis akan menginjak tubuh pelanggan dan melakukan penekanan

Penulis: herlina widhiana | Editor: agung yulianto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Herlina Widhiana

BEKERJA sepanjang hari dalam sepekan bisa menimbulkan kelelahan. Begitu pula seringnya berkendara berangkat dan pulang kerja, atau perjalanan ke luar kota, dapat rasa capek dan pegal-pegal. Pijat pun dipilih sebagian orang untuk memulihkan kesegaran tubuh. Satu di antara yang banyak dicoba adalah shiatsu.

Di Home Spa, tempat yang menawarkan jasa shiatsu, lebih dari 50 pelanggan setiap hari yang datang menjajal pijit ini. Terletak di Ruko Mataram Plasa Blok D No 14, tempat ini bisa dikatakan tidak pernah sepi pengunjung.

Kata shiatsu sendiri berarti tekanan jari. Shiatsu kadang-kadang digambarkan sebagai pijat tekanan jari. Seperti akupuntur, shiatsu didasarkan dari pengobatan tradisional China.

"Terapis akan menginjak tubuh pelanggan dan melakukan penekanan menggunakan jari kaki," ujar seorang terapis Home Spa, Dena.

Terapis shiatsu memberikan tekanan menggunakan ibu jari dan telapak kaki yang berirama dan terus menerus. Langkah terapis akan menyentuh bagian-bagian yang rawan pegal. Di antaranya, kaki, pinggang, dan punggung.

"Jempol kaki saya akan menekan titik-titik pada bagian tersebut," lanjut Dena.

Di beberapa titik tekanan tertentu mungkin terasa lembut. Namun, ada beberapa orang menggambarkannya sebagai nyeri.

"Kalau pelanggan baru mungkin sakit, tetapi pelanggan yang benar-benar sedang pegal-pegal cocok dipijat shiatsu," ungkap dia.

Tidak seperti bentuk lain dari pijat, shiatsu tidak menggunakan minyak pijat. Namun, Home Spa menawarkan paket. Setelah shiatsu akan diberikan pijat cream. "Pelanggan bisa memilih, mau ambil satu paket atau hanya paket pijat tertentu saja," imbuh Dena.

Pijat shiatsu membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit. Pelanggan yang datang, biasanya membawa keluhan sama, lelah atau capek yang sangat. "Ada yang karena kelelahan dari luar kota atau capek setelah bekerja. Setelah shiatsu pelanggan akan rileks dan badan segar," kata dia.

Sebagian besar pengunjung yang datang adalah pelanggan pria. Namun, tidak jarang pula pelanggan wanita ingin menikmati shiatsu. Untuk pelanggan wanita, biasanya dipilihkan terapis yang berbadan tidak terlalu besar.

"Takutnya kalau diberikan terapis yang badannya lebih besar daripada pelanggan, malah kesakitan," beber Dena.

Menurut koordinator terapis, Elvina, keberhasilan shiatsu terletak pada kesehatan terapis. Inti dari shiatsu memang hanya penekanan menggunakan ibu jari dan telapak kaki. Jika terapis tidak sehat, tidak akan fokus dan memberikan tekanan secara baik pada tubuh pelanggan.

"Mungkin karena alasan inilah pelanggan kadang malah merasa sakit setelah shiatsu atau tidak berefek apa-apa pada tubuhnya," ujar dia. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved