Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Shopping

Tunggangan Dokter Jimmy Berharga Rp 560 Juta

Yang perlu ditekankan kita harus juga mengenal motor kita

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: agung yulianto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

SOSOKNYA yang tinggi besar rupanya berbanding lurus dengan seleranya berkendara. Jimmy Tanamas. Dokter muda ini menggemari motor sport berbodi berat: Ducati Multistrada 1200S Pikes Peak.

Motor keluaran tahun 2012 tersebut menjadi tunggangan sang dokter saat sedang luang dari pekerjaan. "Saya suka otomotif sejak SMA. Nah, sekarang baru kesampaian punya Ducati," kata pemuda asli Pekanbaru ini kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.

Jimmy memboyong motor bongsor ini pada April lalu dari dealer resmi Ducati Semarang. Harganya Rp 560 juta kondisi off the road. Ia memilih tipe Multistrada 1200S Pikes Peak karena beberapa alasan.

"Multistrada merupakan varian sport touring dari Ducati. Pertama kali kenal Ducati, langsung tertarik pada tipe ini, karena kekhasannya. Multistrada merupakan jenis 4 in 1 bike, di mana terdapat 4 tipe/riding mode dalam 1 motor. Dapat dikatakan pula jika multistrada memiliki 4 jenis karakter motor yang terdapat dalam 1 motor. Antara lain sport, touring, urban, dan enduro," beber anak tunggal ini.

Satu karakter motor yang Jimmy sebut, yakni urban, memang ditujukan untuk motor sport pemakaian di dalam kota. Penyesuaiannya adalah pada tenaga dan deru mesinnya yang lebih lembut.

"Hampir seluruh Kota Semarang pernah aku jelajahi, lalu Demak, Kudus, Salatiga, Solo, dan Jogja. Beberapa waktu lalu ada Indonesian Ducati Week di Jogja, juga aku ikuti," ungkap Jimmy.

Ia mengaku tidak mendapati kerepotan tersendiri pada perawatan Ducati merahnya. Menurut Jimmy, hampir tidak ada perbedaan antara perawatan Ducati dengan motor gede (moge) lainnya.

"Yang perlu ditekankan kita harus juga mengenal motor kita, bisa merawat. biar tetep kelihatan gress motornya. Paling repot karena motor Ducati semuanya terkomputerisasi, serta komponen serba automatis, jadi tidak bisa sembarang setel secara manual," tutur Jimmy yang rutin melakukan servis secara berkala.

Untuk pembelian suku cadang, Jimmy bersyukur di Semarang sudah ada dealer resmi yang menjual spare part Ducati. Meski kadang-kadang ia juga harus memesannya ke Jakarta. Ada satu benda wajib pada motor Jimmy, yakni stiker Tricolore (bendera Italia).

"Yang aku suka dari Ducati ini adalah karakter suara 2 silindernya Ducati, apa lagi kalau ada komponen kopling kering, berasa seperti mesin rusak, itu khas Ducati," katanya.

Memiliki motor sport mahal memang kebanggaan tersendiri. Namun bagi Jimmy, yang lebih berarti dari Ducatinya adalah pengalaman berkomunitas. Pengetahuan baru bisa ia dapatkan dari teman-temannya sesama pecinta otomotif.

"Kalau buat gaya-gayaan sih nggak, percuma kalau keren tapi tidak menghargai pengendara lain, atau berkendara tanpa perlengkapan keselamatan sendiri. Toh akhirnya orang justru tidak respek," tandas Jimmy. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved